
Oleh : Rio Handevis ( Pengamat Sungai dan Ketua FAJI Pengprov Sumbar)
Dalam rangka upaya rehabilitasi Sungai Batang Kuranji dan Sungai Lubuk Minturun, digunakan konstruksi WOT Block (Wave / Water Obstruction Type Block) sebagai salah satu metode pengendalian kerusakan tebing dan dasar sungai.
Pemilihan WOT Block didasarkan pada kemampuannya dalam mereduksi kecepatan aliran, menahan gerusan (scouring), serta meningkatkan stabilitas tebing sungai pada segmen-segmen kritis yang rawan erosi dan longsoran.
WOT Block dipasang pada lokasi-lokasi strategis sepanjang alur sungai, khususnya di tikungan sungai, daerah penyempitan alur, serta zona dengan kecepatan aliran tinggi.
Susunan WOT Block dirancang sedemikian rupa agar tetap memungkinkan aliran air berjalan secara alami tanpa menimbulkan hambatan berlebihan, sekaligus berfungsi sebagai pengarah aliran (flow deflector) untuk mengurangi tekanan langsung pada tebing sungai.
Selain fungsi struktural, penggunaan WOT Block juga mendukung aspek lingkungan. Karena memungkinkan terbentuknya sedimen alami di sekitar bangunan sungai serta menjadi habitat mikro bagi biota perairan.
Dengan demikian, rehabilitasi sungai tidak hanya berfokus pada pengendalian kerusakan fisik, tetapi juga pada pemulihan fungsi ekologis sungai secara berkelanjutan.
Melalui penerapan WOT Block pada rehabilitasi Sungai Batang Kuranji dan Lubuk Minturun, diharapkan risiko banjir dan kerusakan tebing sungai dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan keamanan kawasan sekitar sungai dan keberlanjutan fungsi sungai dalam jangka panjang.


