
Catatan : Richard
Tidak semudah membalik telapak tangan, tetapi harus menghadapi berbagai liku-liku dan tantangan yang cukup serius.
Kawasan Pasar Raya Padang sejak terjadi gempa besar tahun 2009 lalu menghadapi permasalahan yang cukup berat.
Akibat gempa besar, tidak hanya meluluh lantakkan berbagai infrastruktur kota, tetapi sarana/ prasaran pasar boleh dikatakan hancur dan tidak berfungsi maksimal.
Akibat hancurnya sarana pasar sebagai tempat transaksi masyarakat dalam perdagangan atau jual beli kebutuhan pokok dan lainnya. Sudah pasti membawa dampak yang signifikan.
Perekonomian masyarakat tidak bergairah lagi, boleh dikatakan morat marit, lesu dan tidak berdaya, terutama terlihat dikawasan pusat perdagangan kota dan lainnya.
Seiring dengan perjalanan waktu, untuk membenahi pusat perekonomian yang hancur tersebut. Pemko Padang dibawah komando Wako Fauzi Bahar kala itu harus berjuang mati matian ke pemerintah pusat agar dapat kucuran dana APBN untuk membenahi sarana/ prasarana pasar yang hancur.
Tidak heran dia dan staf harus “manjojokan” proposal ke berbagai lembaga, seperti DPR RI, DPD, kementrian, Wapres, Bappenas dan lainnya.
Betul betul.perjuangan yang sangat melelahkan, termasuk terjadi.pro kontra setelah dana didapat dari pusat untuk membangun sarana pasar yang hancur.
Beberapa buah bangunan pasar berhasil dibangun baru.
Setelah rampung dibangun, namun sebagian besar masyarakat lebih senang berjualan di pinggir jalan, katanya banyak pembeli disana.
Akibatnya beberapa petak kedai masih kosong atau tidak ditempati oleh masyarakat yang berhak, dengan berbagai alasan, seperti sempit lah, terlalu jauh ke lantai dua dan tiga dan alasan lainnya.
Termasuk terhadap pembangunan Gedung pasar Pase VII (pengganti Matahari Departemen Store yang hancur ) di era kepemimpinan Hendri Septa, juga atas perjuangan Anggota DPR RI Andre Rosiade
Memang terlihat masih banyak masyarakat yang senang berjualan di berbagai ruas badan jalan.
Sudah jelas kelancaran arus lalu lintas tidak lancar/ terganggu.. Seperti di kawasan Air Mancur sampai Jalan Permindo dan lainnya.
Di era kepemimpinan Fadly Amran, sepertinya dia melihat sesuatu yang harus dibenahi meskipun menghadapi resiko tidak populer.
Upaya sosialisasi dan pendekatan secara maraton dilakukan oleh aparat Pemko dan Forkopimda demi mewujudkan pasar yang asri, tertib, indah.
Serta fungsi jalan bisa dikembalikan sesuai peruntukannya.
Berkat ketegasan Fadly Amran dan tidak ada neko neko dari aparatnya.
Kawasan pasar raya Padang sudah dapat dikatakan tacelak dan tertata dengan baik.
Bangunan pasar/ petak petak kedai betul betul ditempati oleh pedagang yang berhak dan fungsi jalan kembali sesuai peruntukannya.
Terlihat kendaraan roda dua, roda empat dengan lancar bisa nyaman memasuki kawasan pusat perbelanjaan.
Kendaraan parkir bisa lebih nyaman dan tertib.
Alhamdulilah secara bertahap bisa meningkatkan daya beli masyarakat.
Apalagi kawasan pasar akan dijadikan pula kawasan wisata belanja dan lainnya .
Kawasan Pasar Raya akan semakin tertata dan indah, tentu atas dukungan semua pihak, termasuk para pelaku ekonomi di kawasan itu.
Keberhasilan pembenahan pasar memang tak terlepas andil / keberhasilan pimpinan terdahulu, seperti Fauzi Bahar, Mahyeldi, Hendri Septa dan di era Fadly Amran itu sendiri bersama masyarakat.
Tantangan yang dihadapi mereka seperti nya sama, sesuai zamannya atau Sikonnya.
Yang jelas kini , diharapkan dengan pendekatan Wako Fadly Amran kawasan pasar raya Padang semakin baik dan bergairah kembali, semoga ekonomi menggeliat dan pendapatan warga bertambah.
Langkah berani dan persuasif Fadly Amran kepada insan pasar patut diapresiasi, sambil tetap membenahi sarana pendukung yang masih kurang.


