
PADANG – INVESTIGASI,
Walikota Padang Fadly Amran diharapkan membuka Musda IX LKAAM Kota Padang, di Gedung Kantor Balaikota Padang Air Pacahm, Tanggal 16 September 2026.
Kehadiran walikota, Forkopimda dan para Pimpinan OPD sangat ditunggu para Ninik mamak sebagai salah satu upaya pemberi semangat dalam merumuskan berbagai kebijakan atau program LKAAM lima tahun mendatang, serta memilih Ketua LKAAM 2026/2031.
Peminat mengisi kursi Ketua LKAAM Kota Padang lima tahun mendatang cukup signifikan.
Setidaknya saat ini sudah muncul tujuh bakal calon (Bacalon) Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang.
Balon tersebut , antara lain, Syahril Ulbi Datuak Bagindo Rajo, Hendri Yazid Datuak Rajo Diguci, Irwan Basir Datuk Rajo Alam dan Rusli Rajo Mahmud. Selanjutnya, ada nama diapungkan, Musda Firman Datuak Rajo Diguci, Herman B Datuak Ibrahim dan Andree Harmadi Algamar Datuak Sangguno Dirajo.
Dari perkembangan di lapangan setidaknya ada dua kandidat kuat yang mendapat dukungan signifikan, keduanya dari Kuranji Padang yang cukup berpengalaman di organisasi ini.
Proses pendaftaran pencalonan terbuka dari tanggal 7 sampai 11 September di Sekretariat LKAAM Sumbar, dengan membawa langsung persyaratan yang diminta panitia, seperti membawa surat mandat dari kecamatan / LKAAM/ KAN, masing masing sesuai edaran panitia, serta foto copy ijazah terakhir dan persyaratan lainnya, ujar Panitia Panitia Musda IX Drs. H. Yol Kaharuddin Dt. Sati Nan Balapiah didampingi Sekretaris Panitia, Helfin Rajo Sampono. Senin (7/9/26).
Untuk memperkuat Musda ini , dalam beberapa kali pertemuan sudah dibahas tata tertib maupun persiapan lainnya,
Untuk tata tertib pemilihan , seluruh Ketua LKAAM Kota Padang dan Ketua KAN se-Kota Padang sudah bertemu dan berdialog membahas rancangan tata tertib (Tatib) Musda dan persyaratan lainnya bagi para Balon.
untuk pencalonan Ketua LKAAM Kota Padang diusulkan empat LKAAM atau dua KAN yang ada di Kota Padang.
Sementara untuk pemilihan, masing-masing LKAAM dan KAN se-Kota Padang memberikan satu suaranya. Ditambah, satu suara masing-masing berasal dari LKAAM Sumbar, LKAAM Kota Padang dan Forum Komunikasi Kerapatan Adat 9 Nagari. –RICHARD.


