
Tak sesuai harapan, terkesan masih bermain dalam kegelapan. Menyembunyikan identitas ditengah keramaian. Ibarat ‘Manyuruak diilalang sahalai’. Entah apa maksud dan tujuan, tak transparan dan terkesan menutupi informasi pekerjaan
Selaras apa yang terjadi pada pekerjaan proyek pengaspalan jalan Mangonsarkoro. Proyek bersumber dana APBD Kota Padang senilai Rp1.185.202.791.00, itu dipertanyakan. Bukan tanpa alasan, plang proyek berdiri di trotoar jalan dipersimpangan tak transparan. Bahkan, terkesan menyembunyikan identitas pekerjaan
Tak percaya! Baca saja plang proyek itu. Tak ada tertera nama perusahaan konsultan pengawas yang mengawasi pekerjaan. Entah lupa atau bisa jadi disengaja. Atau memang tanpa konsultan pengawas. Ada ada saja, masih sempat mengelabui warga pada pekerjaan di jantung kota.
Wajar saja, proyek Pemko Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruan (PUPR) itu, menuai tanggapan beragam kalangan. Dibalik Keterbukaan Informasi Publik, terhadap penggunaan anggaran pada pekerjaan infrastruktur, masih ‘gelap gelapan’
Tanpa Konsultan Pengawas?
Tanda tanya bergayut dihati dan masih sebuah misteri yang tak terjawab sampai kini. Dalam plang proyek, tak tertera konsultan pengawas. Disembunyikan atau memang tanpa konsultan pengawas. Kalau memang tanpa konsultan, diragukan pekerjaan, terkait mutu dan kualitas
Dalam pekerjaan proyek, peranan konsultan pengawas sangat krusial dan tak mungkin ditinggalkan. Sebab, akan berpengaruh terhadap pekerjaan. Siapa yang mengawasi rekanan atau kontraktor yang bekerja dilapangan. Siapa yang menegur, jika pekerjaan tak spesifikasi teknis
Secara teknis fungsi konsultan pengawas, memastikan pelaksanaan proyek konstruksi sesuai dengan spesifikasi teknis, jadwal, biaya, standar keselamatan dan mutu yang telah ditetapkan. Konsultan pengawas, bertindak sebagai perwakilan pemilik proyek untuk mengawasi kontraktor, melakukan kontrol terhadap sumber daya
Mengelola administrasi kontrak dan melaporkan progres pekerjaan. Termasuk juga aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), selama proyek berlangsung. Tugas penting tak bisa diabaikan, menyetujui gambar kerja (shop drawing) dan merek material diajukan kontraktor
Nah, bayangkan jika pekerjaan pengaspalan jalan Mangunsarkoro itu, tanpa konsultan pengawas. Tentu rekanan bekerja sekehendak hati. Kalau pengawas langsung dari Dinas PUPR Kota Padang, tentu rentan permainan curang. Entahlah, kadang jadi ragu dan bimbang. Kok, bisa pekerjaan dijantung Kota Padang, disembunyikan identitas konsultan pengawas, atau memang tanpa konsultan pengawas. Kita lihat dan bagaimana hasil investigasi berikutnya
Penulis
Novri Investigasi


