
PADANG, INVESTIGASI_Maraknya, beragam persoalan dana Pokok Pikiran (Pokir), terutama pekerjaan infrastruktur menjadi perhatian Indra Guswadi anggota DPRD Kota Padang. Baginya, apapun alasan, dana Pokir itu, harus memberikan manfaat kepada masyarakat
Ia menyadari, pekerjaan di lapangan, jika tak dikawal dan diawasi, berdampak pada mutu dan kualitas, terutama jalan lingkung. Karena, selama ini sering terdengar terjadi adanya pengurangan volume. Sebagai pemilik Pokir, ia berharap pekerjaan harus sesuai dengan perencanaan
Bertambah Biaya Atas Permintaan Masyarakat
Sosok yang low profile dan anggota dewan ninikmamak ini, kadang harus menambah volume pekerjaan atas permintaan masyarakat. Seperti yang sering terjadi selama ini. Misalnya, anggaran tersedia hanya untuk 100 meter jalan lingkung.
Namun, dilapangan masyarakat meminta ditambah coran readymix beberapa meter lagi. Atas permintaan itu, ia pun melakukan penambahan volume pekerjaan. Walau harus menggunakan dana pribadi. Baginya, ini menjadi kewajiban, karena pekerjaan harus memberi manfaat kepada masyarakat
Bahkan, untuk pekerjaan jalan lingkung di Tanjuang Aua, anggaran pun tak sesuai perencanaan. Awalnya, coran langsung dilakukan di atas coran lama yang rusak. Tapi, masyarakat berkehendak lain. Harus dibongkar coran lama, baru dilakukan pengecoran
“Alasan masyarakat itu, ada benarnya. Sebab, jika dilapisi saja coran lama, jalan lebih tinggi dari rumah warga. Dan, beresiko air masuk rumah saat hujan. Solusinya. biar jalan tetap sama tinggi dengan yang lama, terpaksa jalan beton rusak itu dibongkar terlebih dahulu,” katanya.
Ujung ujungnya, pekerjaan bertambah, anggaran membengkak, karena harus menggunakan alat berat untuk membongkar coran lama.”Sewa alat berat tentu menambah anggaran.”Namun, tetap dilakukan, agar masyarakat tetap aman dan nyaman,” ulasnya
Bekerja Untuk Kota Padang
Saat bincang bincang dikediamannya, Jumat (19/9), ditemani derasnya hujan, Indra Guswadi bicara panjang lebar. Baginya, menjadi anggota dewan untuk mengabdi kepada masyarakat dan bersama membangun Kota Padang. Disaat kampanye, kita berjalan dengan baju masing masing.
Disaat duduk kita harus menanggalkan baju dan berjuang bersama dengan baju yang sama. Dan, mendukung program walikota yang tertuang dalam progul.”Bersamavsama kita membangun Kota Padang,” katanya dengan bijak. Id/Nv


