
Buruang Nuri Buruang Bundo
Nan katigo Buruang Alang
Preservasi jalan Padang Solok Sawahlunto
Aspal hitam indah mambantang
Ka parak batanam lado
Basubalah jo Parak tabu
PT. Trijaya Putra rancak karajo
Pengawasan ketat PPK 2.1
Bungo melati Bungo Mawar
Tumbuah manjelo di tangah laman
Berkat Satker Wilayah 2 BPJN Sumbar.
Jalan nasional dilalui samakin nyaman
Rami urang di Pasa Alai
Sairiang jo Pasa Banda Buek
Jalan mantap nasional tacapai
Ekonomi warga ikuik maningkek
Menuju jalan mantap nasional, menjadi target Balai Pelaksanaan Jalan Sumbar. Preservasi terus dilakukan demi memberikan kenyamanan kepada pengendara dan meningkatkan ekonomi warga. Komitmen tak kunjung surut menghadirkan infrastruktur jalan yang handal, aman dan berkelanjutan.
Salah satunya, preservase jalan nasional Padang – Solok- Sawahlunto. Beberapa ruas dilakukan pengaspalan. Keselamatan pekerja juga menjadi perhatian. Rambu terpasang di lapangan, Alat Pelindung Diri (APD) melekat di badan pekerja, bak pasukan siap tempur berperang di medan laga
Profesional PT. Tri Jaya Putra, perusahaan asal Solok, bekerja dilapangan, dapat mengatasi kemacetan saat dilakukan pengaspalan. Arahan tepat kepala BPJN Elsa Putra Friandi, gerak cepat Kepala Satker PJN Wilayah 2, Masudi dan pengawasan ketat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Zulfikar Kurniawan, progres pun tercapai, mutu dan kualitas terjaga
Menjaga Kemantapan, Meningkatkan dan Keselamatan Pengguna Jalan
Preservasi jalan nasional Padang – Solok – Sawahlunto dikerjakan PT. Tri Jaya Putra, total anggaran Rp27.240.890.000, langkah strategis dan upaya nyata dalam menjaga kemantapan jalan nasional serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan.
Salah satu fokus utama dari proyek preservasi ini, program Rehabilitasi Minor dengan total panjang penanganan mencapai 3.197 meter. Menariknya, seluruh lokasi penanganan ini tersebar secara spesifik di tujuh titik (spot) strategis yang berada di Kota Sawahlunto, dengan rincian sebagai berikut: Spot 1: STA 0+000 s.d STA 0+975 (Panjang: 975 m).
Spot 2: STA 1+175 s.d STA 1+400 (Panjang: 225 m) Spot 3: STA 1+675 s.d STA 2+750 (Panjang: 1.075 m). Spot 4: STA 3+225 s.d STA 3+625 (Panjang: 400 m). Spot 5: STA 3+850 s.d STA 4+075 (Panjang: 225 m). Spot 6: STA 5+119 s.d STA 5+325 (Panjang: 206 m). Spot 7: STA 5+719 s.d STA 5+810 (Panjang: 91 m)
Demi memastikan hasil akhir yang optimal dan berdaya tahan tinggi, PPK 2.1 BPJN Sumbar menerapkan empat jenis penanganan teknis di lapangan. Diantaranya, Laston Lapis Aus (AC-WC) : Berguna untuk meningkatkan kualitas permukaan jalan agar menjadi lebih halus, rata, dan nyaman saat dilalui kendaraan.
Perbaikan Campuran Aspal Panas : Ditujukan untuk memperbaiki titik-titik kerusakan pada perkerasan jalan eksisting. Perbaikan Lapis Pondasi Agregat Kelas A : Dilakukan untuk memperkuat struktur fondasi jalan utama agar lebih stabil dan tahan lama dari penurunan beban.
Beton 15 MPa (Bahu Jalan Kiri dan Kanan) : Pembangunan bahu jalan berbahan beton kokoh demi meningkatkan daya dukung lateral sekaligus aspek keamanan berkendara. Kegiatan preservasi jalan ini bukan sekadar perawatan rutin, melainkan investasi infrastruktur yang membawa dampak berantai bagi Sumatera Barat.
Diharapkan, pekerjaan proyek ini, mampu mempertahankan kondisi kemantapan jalan nasional dan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Dan, kolaborasi dan koordinas yang baik, dapat mengatasi persoalan di lapangan. Sehingga, pekerjaan berjalan lancar, progres terjaga. Diyakini, pekerjaan akan selesai tepat waktu dan tepat mutu
Penulis
Novri Investigasi


