
BENGKULU, INVESTIGASI — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu menggenjot penyelesaian preservasi jalan nasional koridor Iskandar Baksir–Tanjung Kemuning–Batas Provinsi Lampung. Hingga akhir Oktober 2026, progres fisik penanganan rute strategis sepanjang 66,41 kilometer tersebut telah mencapai 98 persen.
Proyek di bawah koordinasi Satuan Kerja (Satker) Wilayah II BPJN Bengkulu ini dikawal langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3, Achmad Perianto, S.T., guna memastikan kemantapan jalur distribusi logistik dan keselamatan pengguna jalan di wilayah perbatasan.
Kepala Satker Wilayah II BPJN Bengkulu, Suwarno, S.T., menjelaskan bahwa penanganan jalur ini disesuaikan dengan kebutuhan teknis serta tingkat kerusakan di lapangan. Penanganan mencakup pemeliharaan rutin, rehabilitasi minor pada area rusak setempat, hingga rekonstruksi perkerasan untuk segmen yang membutuhkan penanganan struktural.
”Kombinasi pekerjaan ini dirancang untuk mempertahankan daya tahan jalan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang melintasi koridor utama Kabupaten Kaur menuju Lampung,” ujar Suwarno.
Kualitas Mutu dan Penerapan K3 Diperketat
Sementara itu, PPK 2.3 Achmad Perianto, S.T., menegaskan bahwa pihak kontraktor dan pengawas teknis wajib mematuhi spesifikasi standar nasional. Pengendalian ketat dilakukan pada mutu material, ketebalan lapisan perkerasan, penataan drainase, hingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek.
“Preservasi jalan ini berfokus pada manfaat nyata bagi pengguna jalan—terutama peningkatan keselamatan, kenyamanan berkendara, serta kelancaran arus logistik antarpulau,” kata Achmad Perianto,
Ia menambahkan, pengawasan intensif dilakukan hingga proyek rampung 100 persen agar jalan memiliki daya tahan sesuai umur rencana dan mencegah kerusakan berulang.
Dukung Aksesibilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Selain koridor utama perbatasan, keberadaan jalan nasional yang mantap ini terintegrasi dengan peningkatan akses di sejumlah kawasan penyangga Kabupaten Kaur, seperti rute Tanjung Kemuning, Datar Lebar, hingga Tanjung Iman menuju Muara Sahung.
Untuk menjaga kesinambungan jaringan jalan di perbatasan, BPJN Bengkulu juga terus berkoordinasi secara teknis dengan BPJN Lampung, khususnya dalam menyelaraskan titik temu penanganan di kawasan Jembatan Manula.
Tuntasnya pekerjaan ini diharapkan mampu menekan biaya operasional kendaraan, memperlancar distribusi hasil pertanian daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Bengkulu–Lampung.
Penulis : M Martanus


