
PADANG, INVESTIGASI_Terasa adem melintasi Jalan Perjuangan Anak Aia Koto Tangah. Coran beton panjang, melintasi persawahan dan perkampungan, menyejukkan mata. Beton berwarna putih menghiasi sepanjang gang Jalan Perjuangan, bak hamparan permadani berwarna putih
Sekilas coran beton sepanjang lebih kurang 300 meter, ‘dicalik sabana rancak’. Apalagi, melintasi jalan itu, menggunakan kendaraan. Jalan dilalui nyaman dan mulus, juga disuguhi pemandangan persawahan membentang hijau dan perkampungan yang masih asri
Banyak Retak
Lain lagi, kalau melintasi jalan itu berjalan kaki. Ada noda dibalik kemulusan dan kenyamanan jalan lingkung tersebut. ‘Retak rambut’ mencemari jalan lingkungan bak hamparan permadani itu. Sampai sekarang dibiarkan begitu saja. Tak ada tanda tanda dilakukan perbaikan
Mungkin jauh dari keramaian, tak ada yang mengawasi. Dan, tak perlu diperbaiki. Kalau dilihat cat merah menentukan panjang pekerjaan, sekaligus menandakan, pekerjaan telah di PHO, namun tak kunjung dilakukan pemeliharaan. Entah apa sebabnya, rekanan terasa nyaman, tanpa ada teguran
Cerita miring warga, banyaknya jalan retak, seakan nada tanpa suara. Tak ada yang mendengar, hanya sekedar keluhan saja. Buktinya, retak ini sudah lama terjadi, sampai sekarang suara mereka tak ditanggapi. Mungkin rekanan, sudah menikmati, sehingga tak perlu lagi memperbaiki
Pekerjaan Masih Misteri
Menariknya, siapa yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan itu, masih misteri. Biasanya, untuk betonisasi jalan lingkung itu, melalui Dinas Perkim.Kota Padang, Kecamatan di Kota Padang dan Dinas Perkimtan Sumbar. Kadang, pekerjaan tumpang tindih, antara Perkimtan, Dinas Perkim dan Kecamatan di Kota Padang
Lagipula, rekanan yang mengerjakan, enggan memasang plang proyek di lokasi pekerjaan. Takut ketahuan, perusahaan mereka yang bekerja asal asalan. Begitu juga pemilik proyek, terkesan tertutup dan tak ada yang mengaku, itu tanggungjawab mereka.
Jawaban mereka pun sama, itu bukan pekerjaan kami. Bahkan, dengan santai ada juga menjawab, dipastikan dulu. Ada juga bungkam, diam seribu bahasa. Sehingga, sampai berita ini diturunkan, tak kunjung ada jawaban. Siapa yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan, masih tanda tanya. Nv/Idwar


