
PADANG, INVESTIGASI_Tahun 2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, segera bangun 100 Kampung Nelayan Merah Putih. Sekarang, tengah menjaring desa pesisir dan kampung budidaya potensi sebagai lokasi program Kampung Nelayan Merah Putih
Program ini dirancang khusus untuk mengubah wajah desa pesisir dan kampung budaya menjadi lebih dan terintegrasi dalam menghasilkan produk perikanan yang berdaya saing. Sumatera Barat, juga kebagian dari program ini.
Melalui Dana Pokir, Alek Indra Lukman, Sumbar keciprat anggaran Rp25 M. Anggota DPR RI dari Partai PDIP, mengalokasikan di dua titik. Di Kabupaten Padang Pariaman, ditempatkan di Kanagarian Ketaping. Sementara, di Kota Padang ditempatkan di Kelurahan Padang Sarai PPI Muaro Anai.
Khusus di Kota Padang, tepatnya di PPI Muara Anai itu, direncanakan sebanyak 15 unit. Sisanya di Kabupaten Padang Pariaman, tepatnya di Kanagarian Ketaping.
Proyek menggunakan dana pusat melalui APBN ini, diperkirakan selesai Desember 2025. Namun, melihat kondisi pekerjaan, ditambah cuaca ekstrem, diragukan selesai tepat waktu dan mutu.
Kondisi ini, disikapi warga Muara Anai yang bertekat mengawal pekerjaan. Berburu dengan waktu, diragukan pekerjaan sesuai mutu. Materialpun akan diawasi, karena rentan menggunakan pasir di lokasi pekerjaan. Apalagi, menggunakan pasir laut yang mengandung garam.
“Yuk, kita kawal pekerjaan proyek ini. Karena, berburu dengan waktu dan berpengaruh terhadap mutu. Termasuk juga material digunakan untuk pekerjaan perumahan nelayan tersebut,” ungkap Jon warga setempat. Adil


