
PADANG, INVESTIGASI_Diakui, selama ini kawasan Pasarraya Padang, identik dengan beragam permasalahan. Pedagang Kaki Lima (PKL), kesemrawutan, banjir, macet dan wajah kusam menghiasi pusat perbelanjaan tradisional itu.
Namun, berbagai persoalan itu, bakal berakhir, wajah cerah menanti, ‘Padang Rancak’ program unggulan Fadly Amran dan Maigus Nasir, bakal terwujud. Bukan sekedar cerita, tapi mimpi jadi kenyataan
Tak percaya? Lihat saja, di Kawasan Air Mancur pekerja ‘basitungkin’ mengerjakan rehabilitasi
Kawasan Air Mancur Pasarraya Padang. Meski ditutupi seng sekeliling, namun masih terlihat pekerja sibuk, meski sebagian tak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD(
Proyek tahun anggaran 2026, bernomor kontrak : 89/kont-GPL/PUPR/2026, senilai Rp9.129.215.000 itu, bekerja ditengah keramaian, mengganggu warga dan pedagang. Dan, berharap pekerjaan bisa selesai tepat waktu
Harapan warga dan pedagang, sepertinya tak sesuai harapan. Bukan tanpa alasan, cuaca ekstrem dan hujan mengguyur menganggu pekerjaan Air Mancur. Beresiko progres terbentur. Profesional rekanan dan pengawasan sangat diharapkan
Sehingga, proyek yang dikerjakan PT. Bripona Jaya Abadi asal Kalimantan, tanggal kontrak 2 Juli 2026, waktu pelaksanaan 180 hari kalender, bisa segera dimanfaatkan dan aktifitas di kawasan itu, kembali normal
Tentu, timbul pertanyaan, mampukah pekerjaan dengan konsultan perencana Reka Cipta Konsultan Prima, pt, konsultan pengawas CV. Restu Graha Cipta, memenuhi harapan warga dan pedagang?
Bukan meragukan, tapi realistis melihat keadaan. Bekerja di lapangan terbuka, tentu cuaca ekstrem dan curah hujan yang tinggi, mempengaruhi pekerjaan. Faktor alam yang tak bisa dikendalikan
Keraguan itupun, terbias dari bungkamnya Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Yola yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan. Tak ada tanggapan, meski beberapa hari sudah dikonfirmasikan
Padahal, dari progres yang berjalan, sangat menentukan selesainya pekerjaan. Dan, bagaimana mengantisipasi kendala di lapangan yang terjadi. Yola terkesan enggan mengomentari. Bahkan, ada indikasi terkesan menutupi.
Masih Deviasi Positif
Beda dengan Malvy Hendri, Kadis Dinas PUPR Kota Padang. Ia yakin pekerjaan selesai tepat waktu dan mutu. Bukan tanpa alasan, sebab progres masih deviasi positif.
Artinya, realisasi pekerjaan di lapangan, lebih besar dan lebih cepat dari rencana yang ada di time schedue. “Insya Allah, bisa on schedule sesuai target,” ulasnya singkat. Semoga
Penulis
Novri Investigasi


