
Pasbar, Investigasi Online – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), PT Agrowiratama menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan Karhutla di wilayah operasionalnya yang berlokasi di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Selasa (20/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan kelapa sawit tersebut dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membangun sinergi dengan masyarakat serta pemerintah.
Sosialisasi tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan instansi pemerintahan daerah, tokoh-tokoh masyarakat dari kejorongan dan kenagarian sekitar, hingga pihak koperasi sawit setempat. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan.
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Kepala Satpol PP dan Damkar Pasbar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta jajaran Forkopimca seperti Camat Sungai Aur, Kapolsek Lembah Melintang, dan Danramil 06 Ujung Gading.
Dari unsur pemerintahan nagari, turut hadir Pj Wali Nagari Ranah Air Haji, Sungai Tanang, Aua Serumpun, dan sejumlah lainnya, termasuk para kepala jorong seperti dari Jorong Sikilang, Sakato Jaya, Sungai Aur, dan Air Haji Selatan. Mereka secara tegas menyampaikan dukungan terhadap upaya pencegahan Karhutla yang digagas PT Agrowiratama.
Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif dari beberapa koperasi produsen sawit, seperti Koperasi Sawit Bosa Sungai Aua dan Koperasi Datuk Bosa Sikilang. Peran koperasi dinilai sangat strategis dalam menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan petani sawit terhadap pentingnya menjaga kelestarian lahan.
General Manager PT Agrowiratama, Sijon, dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh undangan. Ia menegaskan bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya tugas perusahaan, tetapi juga membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. “Kami mengapresiasi masyarakat yang telah menjaga wilayahnya dari kebakaran. Sebagai bentuk penghargaan, kami menyerahkan reward senilai Rp 25 juta dalam bentuk barang kepada kelompok masyarakat bebas api,” jelasnya.
Perwakilan BKSDA Sumatera Barat, Antonius Vevri, dalam sesi paparan menyampaikan pentingnya edukasi mengenai Karhutla. Ia menjelaskan bahwa penyebab utama kebakaran sering kali berasal dari pembukaan lahan dengan cara membakar. Oleh karena itu, sinergi antara perusahaan dan masyarakat sangat diperlukan dalam upaya mitigasi.
Materi sosialisasi mencakup pengenalan jenis dan dampak Karhutla, strategi pencegahan, serta langkah-langkah penanggulangan apabila kebakaran terjadi. Edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman yang lebih baik di tengah masyarakat, terutama di wilayah rawan.
PT Agrowiratama sendiri telah membentuk tim pemadam internal dan mengimplementasikan sistem pengelolaan lingkungan berbasis keberlanjutan. Perusahaan juga rutin melakukan patroli dan memantau titik-titik rawan kebakaran di sekitar areal operasional.
Di akhir kegiatan, masyarakat juga diajak untuk aktif berpartisipasi dalam pelaporan dan penanganan jika terjadi kebakaran. Mereka diingatkan untuk tidak hanya menjaga lahan masing-masing, tetapi juga saling mengingatkan antarwarga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Dengan pelaksanaan sosialisasi ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran kolektif untuk mencegah bencana Karhutla di Pasaman Barat. PT Agrowiratama menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus dilakukan secara berkala demi terciptanya lingkungan yang aman, lestari, dan berkelanjutan.Fat


