
Pasbar, Investigasionline– Memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), PT Agrowiratama di Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, memperkuat langkah pencegahan dengan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan perusahaan dalam menekan potensi munculnya titik api, khususnya di sekitar areal Hak Guna Usaha (HGU) yang berbatasan dengan lahan perkebunan dan aktivitas masyarakat.
General Manager PT Agrowiratama, Sijon, melalui Manager Humas PT Agrowiratama, Lelo Ritonga, Rabu (9/9/2026), mengatakan pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Karena itu, perusahaan membangun sinergi dengan aparat keamanan, pemerintah nagari dan masyarakat yang berada di sekitar areal perusahaan.
Menurut Lelo, PT Agrowiratama berkolaborasi dengan jajaran Polsek Lembah Melintang, Koramil Lembah Melintang, Pemerintah Nagari Ranah Air Haji, serta sejumlah pemerintahan nagari yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Pelaksanaan sosialisasi secara intensif telah dimulai sejak 24 Agustus 2026 dan terus berlangsung hingga sekarang. Ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Lelo.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi semata. Pengawasan dan koordinasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama musim kemarau, sehingga potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Lelo juga mengingatkan masyarakat yang memiliki kebun maupun melakukan aktivitas di sekitar areal HGU PT Agrowiratama agar tidak menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan. Kebiasaan membakar lahan dinilai sangat berisiko karena api dapat dengan cepat menjalar, terutama saat kondisi lahan kering dan angin bertiup kencang.
“Kami sangat mengharapkan partisipasi masyarakat yang memiliki kebun dan melakukan aktivitas di sekitar areal HGU PT Agrowiratama untuk bersama-sama menjaga lokasi kebunnya agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Ia meminta masyarakat tidak menunggu api membesar untuk melapor. Jika menemukan asap atau titik api di kawasan hutan maupun lahan sekitar, masyarakat diminta segera menghubungi kelompok siaga bencana atau manajemen PT Agrowiratama agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Bila terjadi kebakaran di lokasi hutan atau lahan yang berada di kebun masyarakat sekitar, kami meminta agar segera melaporkannya kepada kelompok siaga bencana atau manajemen PT Agrowiratama, sehingga dapat dilakukan penanganan secepatnya. Stop bakar lahan,” tegas Lelo.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Pasbar, Setia Bakti, didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Zulkarnain, mengapresiasi langkah PT Agrowiratama yang aktif melakukan sosialisasi dan membangun koordinasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi ancaman Karhutla.
“Kita mengapresiasi perusahaan ini karena mereka sangat tanggap terhadap hal-hal yang diyakini dapat membahayakan, termasuk potensi kebakaran. Mereka juga selalu melakukan sosialisasi terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Ia menilai, keterlibatan perusahaan bersama aparat, pemerintah nagari dan masyarakat merupakan bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Karhutla. Pencegahan, kata dia, harus dilakukan sebelum munculnya titik api karena dampak kebakaran dapat merugikan masyarakat, merusak lingkungan dan mengganggu aktivitas ekonomi.
Setia Bakti berharap sosialisasi yang dilakukan secara masif tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan setiap indikasi munculnya titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.
Dengan sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat, ancaman Karhutla di sekitar wilayah operasional PT Agrowiratama diharapkan dapat ditekan. Pesan yang disampaikan pun tegas, jangan buka lahan dengan membakar, jangan biarkan api membesar, dan segera laporkan setiap titik api. Stop bakar lahan. fat


