
Tak terbantahkan, terbukti kerja nyata di lapangan. PT. Semen Padang terdepan dalam mengatasi bencana longsor dan banjir yang meluluhlantakan Ranah Minang November 2025 lalu. Bukan sekedar berpartisipasi, tapi menelusuri seluruh lokasi. Ibarat permainan sepakbola, kerjasama tim terlihat rapi, bergerak lincah diberbagai lini.
Kerjasama tim, sajikan permainan menarik untuk dinikmati. Begitulah gerak cepat saat bencana terjadi. Alat berat, kebutuhan darurat dan bantuan logistik, tersebar dibeberapa lokasi. Mendirikan Posko Semen Padang Peduli, pembersihan material dan menurunkan relawan, tak henti sepanjang bencana terjadi
Tidak berhenti begitu saja. Pasca bencana, bantuan pun mengalir deras. Ini menjadi komitmen berkelanjutan dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorolo. Bantuan semen, bata Interlock (Sepakbola) untuk percepatan pembangunan Huntap, melanjutkan kepedulian perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu
CSR Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Bukan peduli ketika bencana saja. Corprote Sosial Responbility (CSR) bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, juga bergerak cepat. Setiap tahun bergulir dan terus mengalir. CSR, mencakup berbagai aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Bahkan, fokus pada pembangunan ekonomi lokal, pendidikan, kesehatan dan peduli lingkungan
Beberapa contoh program CSR Semen Padang. Seperti bantuan stunting untuk ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronik (KEK). Pembangunan Masjid dan Mushalla. Dukung TMMD, menyalurkan semen untuk pembangunan desa. Konservasi lingkungan dan pengurangan emosi C02.
Keberadaan PT. Semen Padang bermottokan ‘Kami Telah Berbuat, Sebelum Yang Lain Memikirkan’ sangat dirasakan warga Sumbar, khususnya. Baik, saat bencana terjadi, pasca bencana dan pemulihan maupun CSR yang menjadi andalan.
Sepantasnya, kita memberi apresiasi dan menjadikan tuan rumah di negeri sendiri. Menggunakan produksi semen, untuk pembangunan konstruksi, terutama masa pemulihan bencana di negeri kita ini. Dan, mengantisipasi maraknya semen luar masuk ke Sumbar
Proyek APBN Maupun APBD Utama Tenaga Kerja Lokal dan Produk Semen Lokal
Pemulihan bencana di Sumbar, maupun pembangunan infrastruktur berkelanjutan membutuhkan dana besar. Untuk APBN dikelola Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS), Balai Perkereta Apian.
Dan, dana APBD dikelola Dinas BMCKTR, Dinas SDABK, Perkimtan untuk provinsi maupun PU kabupaten/kota. Untuk pembangunan infrastruktur itu, material semen sangat dominan, terutama di BWSS V. Apalagi, pembangunan sabo dam Gunung Merapi menelan anggaran Rp200 Miliar lebih
Belum lagi pekerjaan lanjutan pengendalian banjir, seperti Batang Agam, Batang Lembang, Batang Anai, Batang Hari, Batang Suliti, Batang Sinamar dan lainnya. Pekerjaan ini didominasi material semen. Melihat kepedulian Semen Padang selama bencana banjir longsor dan longsor, pemulihan maupun CSR, selayaknya Semen Padang diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur tersebut
Bukan membandingkan, tapi kenyataan. Selama bencana, semen luar tak terlihat membantu warga. Namun, saat pekerjaan pemulihan infrastruktur pasca bencana, maupun lanjutkan pekerjaan, malah dilapangan berserakan penggunaan semen luar. Ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, Kepala Balai, Satker dan PPK.
Agar menghimbau rekanan untuk memakai produk Semen Padang dilapangan. Setidaknya, bentuk apresiasi atas kepedulian bencana yang terjadi di Ranah Minang. Jangan sampai, pahitnya dijalani, manisnya dinikmati semen luar. Apalagi, secara mutu dan kualitas, semen tertua ini, tak kalah dibanding semen merek lain. Ya, sesuai pernyataan Menteri PU Doddy Hanggodo, libatkan pekerja lokal. Kenapa tidak kita libatkan juga semen lokal.
Penulis
Novri Investigasi


