
Dimalah hati indak ka sanang
Nan dicari alah basuo
Bulan Ramadhan nan ditunggu urang
Tasabuik juo bulan panghapuih doso
Malapeh rindu nan jo taratak
Sananglah hati katiko batamu
Bulan Ramadhan nan paling rancak
Katiko dakek maso Pamilu
Urang rantau pulang Basamo
Rindu kampung nan tacinto
Banyak undangan buka Basamo
Dapek juo jatah simbako
Bulan Ramadhan, bulan membawa berkah. Bulan yang ditunggu tunggu Umat Islam. Bulan dimana kita, melaksanakan puasa. Memperbanyak amal penghapus dosa. Bulan penuh keberkahan bagi yang menjalani
Menariknya lagi, ada pembeda menjalani bulan suci ramadhan, ketika mendekati Pemilu (Pemilihan Umum). Baik, Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) ataupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Kenapa tidak? Setiap hari ada saja undangan buka bersama. Berkumpul bersama warga sembari sosialisasi diri, menyemarakkan pesta demokrasi. Suasana terindah, tidak saja membawa berkah, berbuka bersama terasa indah disertai gurau dan garah
Buka bersama, bisa juga melepaskan selera. Menu yang disajikan menggugah selera. Perbaikan gizi di bulan suci. Suasana terasa menyenangkan dihati. Walau itu, terjadi lima tahun sekali. Itu yang dirasakan menjalani puasa, masa masa pesta demokrasi
Para calon legislatif, calon presiden dan calon kepala daerah berbaik hati, meski ada pesan tersembunyi. Buka bersama dengan warga, berharap mendapat suara. Rela berkorban materi, membujuk warga mencari simpatik
Bagi warga undangan berbuka puasa, semakin sempurna, pulang juga mendapat sembako. Buka basamo lapeh salero, pulang mambao pulo. Bahkan, bisa setiap hari, karena yang mengundang silih berganti
Sayang, itu terjadi hanya lima tahun sekali. Setelah suara diraih dan menduduki kursi. Buka bersama dan berbagi sembako tak ada lagi. Tak ingat lagi bersama warga yang memberinya suara. Karena, sudah mendapatkan apa yang diharapkannya
Kalau pun ada, itu berbungkus Safari Ramadhan. Tapi, tanpa buka bersama dan membagi sembako. Hanya membawa dana Pokir untuk mesjid dan mushalla. Ya, tak apa, terpenting ada juga turun kelapangan menemui warga. Meski, dalam suasana yang berbeda
Penulis
Novri Investigasi


