
PADANG, INVESTIGASI_Sore itu, Sabtu (16/9) cuaca mendung, pertanda hujan akan membasahi bumi. Saat melintasi Kalumbuk menuju Bypass, mata tertuju di sebuah perkantoran Diketahui bernama Kantor UPTD PSBGHI Sumbar. Terlihat aktifitas pekerja sedang merehab Rehab kantor, aula dan pagar.
Mata pun memandang pada sebuah baliho besar dan menempel di pagar kantor itu. Sebuah tulisan indah Utamakan Keselaman dan Kesehatan Kerja dilengkapi poto APD (Alat Pelindung Diri), seperti rompi, helm dan sepatu dan peringatan lainnya
Ditutup dengan kata bijak dibawah baliho, Bekerja dengan Aman, Pulang dengan Selamat, Keselamatan adalah Tanggungjawab Kita Bersama. Tapi, apa yang terjadi, baliho tak sesuai fakta di lapangan, kata bijak, hanya pemanis saja. Bahkan, hanya menjadi pajangan, walau berbalut dusta
Tak Sesuai Fakta di Lapangan
Bukan tanpa alasan, tapi itulah kenyataan. Soalnya, pekerja yang bekerja di ketinggian, memasang atap, terlihat mengabaikan Alat Pelindung Diri). Bahkan, berdiri bebas dikemiringan atap proyek milik Dinas Sosial Provinsi Sumbar yang dikerjakan PT. Morgan Jaya Konstruksi
Pekerja yang mengerjakan proyek senilai Rp1.009.106.675, waktu pelaksanaan 90 hari kalender, hanya memakai helm, tanpa sepatu rompi dan alat pengaman lain untuk pekerja yang bekerja diketinggian. Padahal, resiko kecelakaan sangat, tergelincir, bisa berakibat fatal
Mirisnya, saat media ini masuk ke lokasi pekerjaan, tak satupun yang bisa menanggapi, pekerjaan proyek bernomor kontrak 461.1-134/SPK/PSBGHI/2026, tanggal kontrak 11 Agustus 2026. Pekerja mengaku, hanya bekerja, sementara siapa yang bertanggungjawab terhadap pekerja, pekerja tak tahu.
Menarik juga, dalam plang proyek, tak dicantumkan konsultan pengawas. Atau memang tak ada sama sekali. Sehingga, tak ada yang melakukan pengawasan. Pantas saja, pekerja longgar aturan, lepas pengawasan dan mengabaikan pentingnya APD.
Hingga berita ini diturunkan, tak ada tanggapan sama sekali. Karena, pekerja tak tahu, siapa penanggungjawab pekerjaan. Namun, media masih ini memberi panggung untuk rekanan, PPK menanggapi temuan yang terjadi dilapangan.
Penulis
Novri Investigasi


