
‘Rompi K3 itu, surat cinta untuk anak dan istri dirumah. Pesan seorang ayah akan pulang dengan selamat‘
‘Rompi KPK itu, surat putusan perampok uang negara berkedok demi keluarga, walau berujung penjara’
Pertanyaan yang harus mendapatkan jawaban dari rekanan maupun pihak yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan proyek. Kenapa pekerjaan proyek yang beresiko tinggi, pekerja enggan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), salah satunya rompi. Seharusnya, pekerja bangga memakainya. Apalagi, tujuannya untuk menyelamatkan jiwa dari kecelakaan kerja
Beda dengan koruptor memakai rompi KPK. Rompi yang resmi dipakai sejak 24 Mei 2013 dan pertama kali dipakai Lufhfi Hasan Ishaaq yang terjerat kasus impor daging, menjadi atribut perampok uang negara. Bukti status seseorang sudah sebagai tersangka koruptor dan sedang di tahan negara
Nah, seharusnya yang malu pakai rompi orange itu, koruptor yang membuat malu keluarga. Bukan pekerja yang menyambung nyawa demi keluarga. Kok, masih banyak pekerja enggan memakai. Padahal, pejuang rupiah itu, bukti perjuangan untuk keluar, bukan pengkhianat merampok uang negara
Budayakan K3.
Kita tinggalkan dulu, Rompi KPK. Kita bahas lebih lanjut, Rompi K3, salah satu perlengkapan Alat Pelindung Diri ( APD) untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dalam setiap pekerjaan proyek, baik APBN maupun APBD, keselamatan kerja tetap prioritas utama. Untuk itu, budayakan K3 ditempat kerja. Pekerja selamat, pekerjaan cepat, keuntungan pun didapat
Sediakan Alat Pelindung Diri (APD) di lokasi proyek. Beri edukasi kepada pekerja, pentingnya memakai APD saat bekerja. Helm, kacamata pelindung, sarung tangan, sepatu safety, rompi dan Harnes pengaman. Semua perlengkapan APD itu, harus tersedia ditempat kerja, terutama yang beresiko tinggi.
K3 budaya kerja yang wajib untuk diinggat dan diterapkan didunia konstruksi. Ini bukan berlaku kepada pekerja saja, juga diterapkan kepada manager, mandor dan mereka yang terlibat dalam pekerjaan proyek.Artinya, punya kesadaran yang sama untuk menerapkan K3.
Jangan hanya memerintahkan pekerja pakai APD, tapi harus dimulai dari diri sendiri. Kalau K3 sudah diterapkan, rekanan tidak saja menyelamatkan pekerja, tapi juga menghindari sorotan media yang menjadikan K3 menjadi bahan pemberitaan saat investigasi kelapangan.
Tanamkan kebanggaan pekerja menggunakan APD, termasuk rompi yang membuat penampilan di lapangan lebih rapi, gagah, berwibawa dan aman dari kecelakaan kerja. Daripada memakai Rompi KPK walau gagah di depan kamera, tapi hati menderita menjadi tahanan negara.
Penulis
Novri Investigasi


