Klarifikasi Proyek Pipa Irigasi Desa Tanjung Gelang

BENGKULU, INVESTIGASI — Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, memberikan klarifikasi resmi kepada media ini guna menjawab sorotan publik terkait proyek pemasangan pipa di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong, Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu.
Langkah keterbukaan informasi ini diambil untuk meluruskan berbagai asumsi keliru yang berkembang di sejumlah media online sekaligus memastikan akuntabilitas pelaksanaan program kepada masyarakat.
Rosmala menjelaskan, proyek fisik jaringan pipa sepanjang 2,5 kilometer yang bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu saat ini telah memasuki tahap uji coba. Berdasarkan hasil pengecekan teknis di lapangan, aliran air telah berfungsi dengan baik dan debitnya sesuai dengan perencanaan.
”Besok kita laksanakan uji coba untuk kegiatan APBD sepanjang 2,5 kilometer. Insya Allah, dari sisi APBD sudah clear dan air sudah bisa mengalir,” ujar Rosmala, Selasa, (27/10/2026).
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sisa kebutuhan jaringan sepanjang 750 meter untuk menyambungkan air hingga langsung ke petak-petak sawah warga. Tambahan pengerjaan tersebut direncanakan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
”Setelah 2,5 kilometer ini rampung, masih ada kekurangan sekitar 750 meter yang akan ditutupi melalui anggaran APBN. Sambil menunggu proses tersebut, pengerjaan tambahannya diperkirakan selesai bulan depan,” tambahnya.
Pendampingan Hukum dan Medan Berat
Terkait aspek hukum dan pengawasan, Rosmala menegaskan bahwa sejak awal pelaksanaan program cetak sawah ini, Dinas TPHP Provinsi Bengkulu telah menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu sebagai pendamping hukum.
Bahkan, tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Rejang Lebong yang dipimpin oleh Kasi Pidsus bersama jajaran telah meninjau langsung kondisi medan di lapangan secara transparan. Dari peninjauan tersebut, aparat penegak hukum menilai kondisi geografis di lokasi sangat ekstrem dan menantang.
”Waktu itu tim Kejari Rejang Lebong sempat kaget karena dengan anggaran Rp2,5 miliar, pekerjaan ini bisa mencukupi. Menurut perhitungan mereka, dengan beratnya medan di sana, estimasi biaya yang wajar bisa mencapai Rp4,5 miliar,” jelasnya.
Faktor Teknis dan Kendala Anggaran
Menanggapi adanya keterlambatan penyelesaian, Rosmala menerangkan bahwa hal tersebut murni disebabkan oleh faktor teknis dan kompleksitas medan. Pihaknya harus mendatangkan tenaga ahli khusus dari pusat untuk memastikan sistem pengeluaran air dari pipa yang telah terpasang berfungsi secara optimal.
Tenaga ahli tersebut mulai bekerja sejak September lalu untuk melakukan berbagai penyesuaian, penyempurnaan konstruksi, penyesuaian elevasi jaringan, serta evaluasi komponen teknis lainnya.
”Setiap beberapa meter debit air dicek secara berkala. Jika belum sesuai, langsung disesuaikan kembali hingga memenuhi standar teknis yang akurat,” paparnya.
Mengenai kebutuhan tambahan pipa sepanjang 750 meter, Rosmala membeberkan bahwa rencana awal pembiayaan tersebut sedianya dibagi antara Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui APBD dan Provinsi Bengkulu. Namun, akibat adanya kendala di tingkat daerah, alokasi anggaran tersebut mengalami kendala.
”Karena kemarin ada musibah terkait bupati Rejang Lebong, anggaran untuk tambahan 750 meter tersebut akhirnya tidak terakomodasi. Oleh karena itu, kami langsung bergerak cepat berkoordinasi dan meminta dukungan ke pusat,” tuturnya.
Progres Terkini dan Harapan Petani
Saat ini, anggaran tambahan untuk 6 kelompok tani penerima manfaat pada pesanggaran 750 meter tersebut dilaporkan telah masuk ke rekening masing-masing kelompok. Pihak pusat dijadwalkan turun langsung ke lapangan dalam beberapa hari ke depan untuk memverifikasi kegiatan lanjutan ini.
Rosmala berharap seluruh rangkaian pekerjaan teknis dapat diselesaikan sebelum akhir tahun, sehingga air irigasi dapat sepenuhnya mengairi lahan pertanian warga.
”Harapan kami sebelum akhir tahun ini air sudah bisa mengalir dengan lancar ke sawah-sawah petani,” tutupnya.
Penulis: M. Martanus


