
Saat kau datang,
Ketika kau pergi,
Aku sadar…
Waktu bisa singkat,
tapi bekasnya—abadi.
Saat kau hadir,
Ada hati yang dulu kosong…
Kini terisi.
Kau tuangkan rasa
Seperti air hujan di tanah kering,
Kau tulis relung hati,
Seperti pena yang tak ragu menari.
Kau hidupkan harapan yang telah mati,
Kau terangi jiwa yang terlalu lama sendiri.
Kau aduk gelora batin,
Kau lantunkan bait cinta dan sayang
—hingga aku lupa
Bahwa semua ini bisa berakhir tiba-tiba.
Saat aku mulai menikmati hadirmu,
Hatimu… pergi.
Rasamu… menghilang.
Dan jiwaku yang sempat terang,
Kembali gulita,
Terhisap sepi tanpa cahaya.
Sebab hadirmu —
hanya sesaat saja.
Namun aku,
Telah berserah jiwa, rasa, dan hati padamu
di waktu itu.
Oleh : Pejuang Jiwa Penjaga Rasa Pewaris Hati


