
Nyanyian tak merdu, bergema di SPBU. Penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, bukan rahasia umum lagi. Gemanya sudah tersebar seantero negeri. Disebut sebut oknum yang bermain dibalik penyalahgunaan BBM subsidi itu
Bukan sekedar cerita. Faktanya, terungkap nyata. Terbukti, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar bersama instansi terkait melakukan pengawasan dan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) diberbagai wilayah di Sumatera Barat
Tak ada asap, tentu tak ada api. Tak mungkin inspeksi mendadak dilakukan bersama instansi terkait, tanpa adanya kecurigaan dan alasan. Sehingga, dilakukan langkah untuk mengantisipasi penyalahgunaan distribusi BBM. Tak tanggung tanggung, pengawasan dilakukan dari wilayah hilir hingga hulu di Sumatera Barat
Modus Baru Pengusaha SPBU
Razia dan inspeksi mendadak Ditreskrimsus bersama instansi terkait, terhadap sejumlah SPBU, terasa pengaruhnya di lapangan. Oknum yang bermain penyalahgunaan BBM bersubsidi mulai menepi, mengamankan diri dan situasi. Namun, hilang satu tumbuh seribu, mengiringi oknum pelaku di SPBU.
Disaat, penyalahgunaan BBM subsidi, getarnya tak lagi terasa. Sinyal baru mulai kuat menyala. Terendus dan terindikasi percampuran solar dan pertalite, modus baru yang bakal terjadi di SPBU. Disebut sebut solar bercampur pertalite ini, keuntungan sangat mengiurkan. Tak perduli, bencana yang akan ditimbulkan, sangat luar biasa bagi kendaraan dan merobek kantong pemilik kendaraan
Mengakibatkan Kerusakan Kendaraan
Jika terjadi dan benar terjadi, adanya campuran solar dan pertalite di SPBU, bencana besar menghintai pemilik kendaraan. Sebab, BBM campuran itu, beresiko Tinggi terhadap kendaraan. Sebab, solar untuk mesin diesel kompresi tinggi. Sedangkan, pertalite untuk mesin bensin.
Jika dicampur, pembakarannya menjadi masalah, piston bisa bolong dan injector menjadi kotor. Titik bakar pertalite jauh lebih rendah dibanding solar. Memang pengaruhnya tak langsung, tapi setelah 2 sampai 3 mulai terasa terhadap kendaraan. Praktik campur solar dan pertalite di SPBU ini, susah ketahuan, kecuali tangkap tangan.
Keuntungan Ganda
Solar bercampur pertalite ini, jika dilakukan pemilik SPBU, akan menggandakan keuntungan. Sebab, selisih harga pertalite dengan solar itu, sangat besar. Kalkulasinya solar perliter harga Rp6800, sedangkan Pertalite harga Rp10.000. Bayangkan, berapa keuntungan diraih dari selisih harga lebih Rp3500 ini. Itu baru satu liter. Bagaimana dengan ribuan liter. Ya, jawab sendiri
Tentu timbul pertanyaan, apakah ini pernah terungkap di SPBU. Beberapa rekanan media melakukan investigasi, tak tertutup kemungkinan ini terjadi. Bahkan, dicurigai salah satu SPBU terindikasi melakukan ini. Jika ini terjadi dan ketahuan.. Apakah jawaban, salah memasukkan menutupi permainan. Atau adakah delik aduan dari pemilik kendaraan. Entahlah, kita tunggu kepastian, sembari mendapatkan buktinya
Penulis
Novri Investigasi


