
Pasbar, Investigasionline- Upaya pencarian terhadap Aper (45), warga Kampung Bukik, Jorong Batang Umpai, Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, terus dilakukan hingga hari kedua setelah ia dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Batang Pasaman pada Selasa (9/12) malam. Arus sungai yang meningkat drastis akibat hujan deras menjadi pemicu hilangnya korban.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, debit air sungai tiba-tiba naik dan arus semakin kuat, membuat kondisi penyeberangan menjadi sangat berbahaya. Aper yang menggunakan pelampung sederhana dari jerigen diduga kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya terseret arus.
Ketua Bamus Aia Gadang, Saji, Kamis (11/12), mengatakan seluruh unsur masyarakat bersama Kelompok Siaga Bencana (KSB), TNI, Polri, dan Basarnas melakukan pencarian secara terpadu sejak pagi. Pencarian diperluas hingga radius beberapa kilometer dari titik lokasi korban dilaporkan hanyut.
Salah seorang saksi mata, Abu Talib, yang saat kejadian ikut menyeberangi sungai bersama korban, menyampaikan bahwa mereka terpaksa menyeberang karena melihat debit air terus meningkat dan khawatir kondisi semakin memburuk.
“Kami menggunakan pelampung jerigen. Tapi tiba-tiba arus semakin kuat. Saya selamat, tapi Aper langsung terbawa arus,” ujarnya
Warga yang mengetahui insiden itu segera melakukan pencarian mandiri meski dalam kondisi gelap dan berbahaya. Arus yang deras serta minimnya penerangan membuat proses pencarian di malam hari berjalan sangat sulit.
Pemuda setempat, Ahmad Hosen, Kamis (11/11), mengatakan warga tetap melakukan pencarian sepanjang malam. Meski belum berhasil menemukan korban, beberapa barang milik Aper ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Kami menemukan jerigen pelampung, baju, dan senter korban sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian,” jelasnya.
Temuan tersebut menjadi petunjuk awal bagi tim gabungan untuk menentukan arah pencarian berikutnya. Warga bersama TRC BPBD Pasbar, Basarnas, TNI, dan Polri kembali melanjutkan upaya penyisiran.
Sesi pencarian difokuskan ke arah hilir sungai, mengingat kondisi arus yang deras berpotensi menyeret korban ke jarak yang lebih jauh. Tim berharap proses hari ini memberikan titik terang.
Namun demikian, hujan yang masih mengguyur kawasan Aia Gadang menyebabkan pencarian berjalan lambat. Debit sungai meningkat sewaktu-waktu, sehingga tim harus ekstra berhati-hati.
Hingga berita ini diturunkan, korban belum berhasil ditemukan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat intensitas hujan tinggi dan aliran sungai berpotensi meluap. Warga diminta menghindari aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan di sekitar sungai. fat


