
Sepertinya, kompetisi Liga 4 PSSI Sumbar menjadi ajang pembantaian bagi Pandeka Minang. Bukan lagi, sekedar partisipasi tapi berubah menjadi monster yang siap melibas lawan tanpa belas kasihan
Tak ada basa basi, tak ada tenggang rasa. Jika sudah berada dilapangan hijau, tekat membara didada, libas tanpa ampun. Ciptakan gol sebanyak banyaknya, pesta pora mempermalukan lawan
PSP Padang :Bak Monster’ di Liga 4 PSSI Sumbar. Tiga laga dilakoni disapu bersih. Bukan sekedar kemenangan, tapi melibas lawan tanpa ampun. Buktinya, dari 7 laga dimainkan, merobek gawang lawan dengan 45 gol dan 3 kali kemasukan. Sebuah angka fantastis, walau sedikit agak sadis.
Artinya, jika dilihat dari statistik 7 laga, 45 gol. Rata rata gol 6 gol lebih tercipta setiap laga. Bukan sepakbola gajah, tapi betapa superiornya Pandeka Minang menundukkan lawannya. Rekor terpecahkan, pesta gol di kompetisi Liga 4 PSSI Sumbar
Di tujuh laga dijalani, pesta gol terbesar sepanjang sejarah kompetisi sepakbola di Sumbar, saat PSP Padang membantai Gaung Putra dengan skore 14-0. Dan, berlanjut melibas Gumarang FKNB dengan. Skore 9-0. Belum pada laga lain yang juga berakhir pesta gol. Kesimpulan 45 gol merobek gawang lawan dari 7 laga dimainkan
Sebelumnya Hanya Ikut Berpartisipasi
Suntikan APBD Kota Padang, menjadikan PSP Padang, tim superior dan bak monster di Kompetisi Liga 4 PSSI Sumbar. Padahal, tahun sebelumnya, PSP Padang hanya sekedar partisipasi tanpa prestasi. Bahkan, jadi pelengkap penderita
Faktanya, saat bertarung di Liga 3 Asprov Sumbar musim 2023 – 2024, PSP Padang seakan tim anak bawang yang baru masuk kancah sepakbola. Nama besar. tak lagi berarti.
Bahkan, tak sanggup menghadapi tim yang baru berdiri. Di laga semi final, disingkirkan klub debutan Josal FC Piaman. Bukan kekalahan dramatis, tapi kekalahan tragis. Dibantai di 2 leg laga dimainkan.
Pada Liga 3 Asprov Sumbar musim 2021 – 2022, PSP Padang juga terhempas di semi final, setelah dikalahkan PSBK Bukittinggi diwarnai tragedi 2 menit. Tak adanya dukungan Pemko Padang, menjadi penyebab kegagalan
Bahkan, pada Liga 4, musim 2024 – 2025, bersama tim plat merah lainnya, tak ikut berpartisipasi. Pilkada menjadi alasan, tak bisa bergerak dan mendanai klub untuk mengarungi Liga 4 tersebut.
Penulis Novri Investigasi


