
Banyak yang tidak tahu, sama sekali kenapa pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), menggelontorkan dana Rp54 miliar untuk peningkatan kawasan kumuh Batang Arau. Dana yang diturunkan tiga tahap untuk peningkatan kawasan kumuh Batang Arau, mulai dari Muara Padang sampai Jembatan Seberang, merubah kawasan itu menjadi lokasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara
Penanganan Kawasan Kumuh
Program KWS (Kawasan) di Direktorat (Dit) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berkaitan dengan penanganan kawasan kumuh. Program ini fokus pada penataan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh, termasuk luasnya di atas 15 ha, 10-15 ha, dan di bawah 10 ha.
Tujuan utama, untuk meningkatkan kualitas hidup dan menciptakan hunian yang lebih baik bagi masyarakat di kawasan kumuh.
Elaborasi Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), merupakan salah satu program utama dijalankan Dit PKP untuk menangani kawasan kumuh adalah Program Kotaku. Program ini telah berhasil meningkatkan kualitas hidup di kawasan kumuh seluas 11.135,99 Ha hingga tahun 2018.
Untuk Pendampingan Pemerintah Daerah,
Dit PKP juga melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam menyusun rencana penanganan kawasan kumuh. Pendampingan ini meliputi penyusunan dokumen rencana, penetapan lokasi permukiman kumuh, dan profil permukiman kumuh.
Begitu juga untuk penataan kawasan,
program ini melibatkan penataan dan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh dengan berbagai skala luas. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian dan lingkungan sekitar.
Tujuan utama dari program ini, meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan kumuh, menciptakan hunian yang lebih baik. Melindungi keselamatan dan keamanan penghuni dan masyarakat sekitar.
Kolaborasi,
penanganan kawasan kumuh juga melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya.
Secara umum, program KWS di Dit PKP adalah bagian dari upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kawasan kumuh dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Indonesia.
Batang Arau Kawasan Kumuh Berat
Hasil kajian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Rumah (PUPR) Direktorat Jenderal Cipta Karya (Ditjen CK) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), Batang Arau, termasuk salah satu kawasan permukiman kumuh berat. Karena, minimnya prasarana dan sarana permukiman.
Makanya, melalui Direktorat dimasa itu menangani kawasan tersebut. Alhasil, gelontoran dana pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) berhasil menyulap kawasan itu, sejuk, nyaman, indah dan menjadi lokasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal, nasional maupun mancanegara.
Era Kolonial Belanda
Disamping itu, permukiman di Batang Arau, khususnya di Muaro Padang, berkembang dari sebuah perkampungan nelayan, menjadi pusat perdagangan dan perkotaan. Karena, Era kolonial Hindia Belanda memicu pertumbuhan pesat di sekitar sungai ini, menjadi area permukiman, perdagangan, dan pemerintahan.
Jembatan Siti Nurbaya, yang dibangun di atas sungai Batang Arau, menjadi saksi bisu perkembangan kota, menghubungkan kota tua Padang dengan Gunung Padang. Sehingga, elaborasi, perkampungan nelayan Batang Arau, merupakan muara sungai di Padang, awalnya menjadi tempat tinggal komunitas nelayan dan pusat Perdagangan
Seiring waktu, Batang Arau berkembang menjadi pusat perdagangan yang ramai, terutama setelah kedatangan Belanda. Sehingga, perkembangan Kota
Era kolonial Hindia Belanda memicu pertumbuhan pesat di sekitar sungai Batang Arau.
Jejak Sejarah dan lokasi wisata
Kawasan ini menjadi tempat tinggal, pusat perdagangan, dan juga tempat pemerintahan.
Jembatan Siti Nurbaya, jembatan yang dibangun di atas sungai Batang Arau menghubungkan kota tua Padang dengan Gunung Padang dan menjadi ikon kota. Jejak Sejarah
Batang Arau, menjadi saksi bisu perkembangan kota. Ini masih dapat dilihat di sekitar sungai dan jembatan Siti Nurbaya.
Dengan dibenahi fasilitas fasililtas sarana dan prasarana permukiman serta menata kawasan tersebut menjadi tertata dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat kawasan Batang Arau. Sehingga, menjadi tempat wisata dalam kawasan permukiman. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


