
PASBAR, INVESTIGASI_Pemerintah terus mempercepat peningkatan infrastruktur pendidikan keagamaan dengan merevitalisasi madrasah. Setidaknya, ada 3 Madrasah yang memperoleh alokasi anggaran Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah. Namun sayangnya,v pihak kontraktor pelaksana tidak menampilkan papan informasi proyek.

Hasil Investigasi media ini, sekolah di MAN 4 Pasaman Barat, tepatnya Nagari Kajai Kecamatan Talamau , Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, terlihat program PHTC sudah tidak ditemukan lagi pekerja yang melaksanakan pekerjaan pembangunan maupun rehabilitasi.

Kepala Kakan Kemenag Pasaman Barat Dr.H.Thomas Febria S.Ag M.A saat di Konfirmasikan kondisi pekerjaan bangunan MAN 4 Pasaman Barat, hanya mengucapkan terima kasih atas Informasi yang diberikan.
“Kita akan lihat dan cek informasinya,” katanya, seraya menambahkan kegiatan tersebut merupakan program kewenangan Kementerian PUPR Pusat. Pihak sekolah sebagai penerima program. Ia pun mempersilahkan konfirmasi kepada Pejabat Kasi Penmas Hilalluddin.
Kasi Penmas Kemenag Pasaman Barat Hilalluddin mengatakan, pihaknya hanya mengetahui madrasah yang memperoleh program PHTC yakni MAN 4 Pasaman Barat. MTSN 1 Pasaman Barat dan MIN 1 Pasaman Barat.
Terkait siapa pelaksana kegiatan,,ia mengaku tidak pernah mengetahui.
“Kami hanya menerima informasi, ada program PHTC TA 2026 3 Madrasah yang ada di Pasaman Barat.
Terkait, kondisi bagaimana hasil pekerjaan dilapangan, pihaknya tidak mengetahui. Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah, revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi dapat mewujudkan proses belajar mengajar semakin nyaman, aman, dan mendukung kualitas pendidikan.
Kepala Sekolah Madrasah MAN 4 Pasaman Barat Khairil Nasrul.S.Ag .M.Pd saat di kunjungi ke sekolah sebanyak tiga kali, tidak berhasil ditemukan di ruangan kerjanya. Begitu juga saat di konfirmasi via telpon selularnya, juga tidak memberikan respon maupun jawaban seputar kondisi program PHTC yang diterima sekolah MAN 4 Pasaman Barat.
Kilas Balik Proyek PHTC di Madrasah MAN 4 Pasaman Barat
Di Madrasah MAN 4 Pasaman Barat, ditemukan hasil pekerjaan terbengkalai. Hanya terlihat pasangan pondasi yang tidak selesai di kerjakan. Bahkan, terdapat rangka besi terlihat sudah berkarat dibiarkan begitu saja.
Temuan lainya, pada gedung yang di lakukan rehab sudah ada pekerjaan plafon yang mengalami kerusakan.
Anehnya, di gedung Madrasah MAN 4 Pasaman Barat tidak ditemukan pemasangan papan informasi, terkait pelaksanaan proyek tersebut.
Sementara itu, pelaksana kegiatan pada Madrasah MTSN 1 Pasaman Barat dan MIN 1 Pasaman Barat, Agus Nisamuddin akrab disapa Gendon mengatakan, pihaknya berkomitmen menyelesaikan proyek pembangunan dan rehabilitasi Madrasah yang ada di Pasaman Barat.
Terkait pekerjaan progres pembangunan dan pekerjaan rehabilitasi saat ini, dikebut pekerjaannya. Baik, di MTSN 1 maupun di MIN 1 Pasaman Barat di Air Bangis.
Ia merinci, MTSN 1 Pasaman Barat pelaksanaan kegiatan diantaranya, Gedung A Ruang Komputer, Gedung B ruang kelas 6 Lokal, Gedung H kamar mandi masih dalam proses pekerjaan.
Rehab 12 Lokal , penggantian plafon, penggantian atap, penggantian lantai kerja keramik, pengerokan dan pengecatan dinding dalam tahap finishing.
Sementara pada Madrasah MIN 1 Pasaman Barat pelaksanaan pekerjaan diantaranya Gedung A dua lantai, Gedung B ruang komputer masih proses pekerjaan.
Sementara, untuk rehab sebanyak 25 lokal di MIN 1 Pasaman Barat, tidak semua foul dilakukan rehab. Seperti, ada lokal yang atap masih bagus plafon masih layak, hanya dilakukan pengecatan. Artinya, kondisi di MIN 1 Pasaman Barat sesuai dengan perencanaan.
Ia mengatakan, kontraktor pelaksana PHTC Madrasah MAN 4 Pasaman Barat, MTSN 1 Pasaman Barat dan MIN 1 Pasaman Barat, pemenangnya PT. Joglo Multi Ayu.
Namun, lagi – lagi di tiga lokasi pelaksanaan proyek yang di danai uang negara, tidak ditemukan papan Informasi di lokasi 3 Madrasah yang mendapat program bantuan pembangunan dan rehab tersebut.
Ia mengaku pelaksanaan pekerjaan dimulai pada bulan April 2026
Hasil pantauan media ini, sejak bulan April hingga Bulan Oktober 2026 warga sekolah di MTSN 1 Pasaman Barat melakukan pembelajaran di lokasi lain. Tepatnya, bertempat di Gedung Bamus Nagari Air Bangis.
Selanjutnya, pantauan media ini di MIN 1 Pasaman Barat warga belajar tetap melakukan proses belajar mengajar, mesti harus dilakukan jadwal masuk shif pagi, shif siang dan shif sore.
Gendon juga berharap, pekerjaan ini dapat terlaksana dengan baik.Dan, perusahaan kontraktor pelaksana berkomitmen menuntaskan semua pekerjaan
Selanjutnya, Ketua AMAN RI Pasaman Barat M Robert Batubara menjelaskan, janggal rasanya, jika program bantuan pembangunan sekolah Madrasah yang dialokasikan oleh negara aplikasi dilapangan tidak memasang papan informasi proyek
Artinya patut di duga ada unsur KKN agar tidak diketahui publik.Begitu juga proses pembangunannya, pihak pengawas dan kontraktor pelaksana mesti mengkedepan hasil pekerjaan dengan mutu dan kualitas yang bagus layak jangan asal jadi
“Kita akan kawal proses pembangunan ini. Jika nanti ditemukan hasil pekerjaan yang asal jadi maupun terbengkalai, kita akan surati dan laporkan ke instansi yang berwenang,” Tegas M Robert Batubara.
Dalam revitalisasi tersebut dilakukan berbagai pekerjaan untuk meningkatkan kualitas bangunan dan fasilitas sekolah.
Mulai dari pembangunan toilet baru, perbaikan rangka dan penutup atap, renovasi dinding, plafon, lantai, hingga pembaruan kusen pintu dan jendela.
Tak hanya itu, proyek tersebut juga mencakup pemasangan instalasi listrik dan lampu yang lebih baik. Termasuk juga pengadaan mebel untuk mendukung kenyamanan aktivitas belajar mengajar.
Telusuran media, Media ini 07 Oktober 2026, masih ditemukan sejumlah pekerjaan terbengkalai. Hingga berita ini diterbitkan, sudah dilakukan konfirmasi, baik kepada Kantor Kemenag Pasbar maupun Kakanwil Kemenag Sumbar.
Namun, belum membuahkan hasil konfirmasi, terkait progres kegiatan yang masih misterius di tiga Madrasah di Pasaman Barat.
Program revitalisasi ini, merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025, menugaskan Kementerian PU untuk mendukung pembangunan prasarana pendidikan di bawah Kementerian Agama.
Sepanjang tahun 2025, Kementerian PU telah menyelesaikan rehabilitasi dan renovasi 548 Madrasah yang tersebar di 26 provinsi.
Sementara itu, tahun 2026, pemerintah tengah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 856 Madrasah di 27 provinsi. Rinciannya, 13 proyek skema Single Year Contract (SYC) dan 843 proyek Multi Years Contract (MYC) 2025–2026.
Hingga saat ini, sebanyak 44 Madrasah di lima provinsi telah selesai dibangun dan siap mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia.
Penulis
Buyung


