
PASBAR, INVESTIGASI_Pemerintah terus mempercepat peningkatan infrastruktur pendidikan keagamaan dengan merevitalisasi madrasah
Salah satunya, di MAN 4 Pasaman Barat, tepatnya Nagari Kajai Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat.
Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah, revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi dapat mewujudkan proses belajar-mengajar semakin nyaman, aman, dan mendukung kualitas pendidikan.
Program yang digarap oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini diharapkan dapat menyiapkan generasi masa depan yang akademis dan berakhlak.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan, keberadaan fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman merupakan faktor penting dalam mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas.
Lingkungan belajar yang aman dan nyaman sangat berpengaruh terhadap konsentrasi, kesehatan, serta semangat belajar siswa.
“Melalui revitalisasi madrasah ini, Kementerian PUPR, ingin memastikan anak-anak Indonesia dapat belajar di ruang yang layak dan bermutu,” ujar Menteri Dody.
Proyek Revitalisasi MAN 4 Pasaman Barat
Dalam revitalisasi tersebut, dilakukan berbagai pekerjaan untuk meningkatkan kualitas bangunan dan fasilitas sekolah
Mulai dari pembangunan toilet baru, perbaikan rangka dan penutup atap, renovasi dinding, plafon, lantai, hingga pembaruan kusen pintu dan jendela.
Tak hanya itu, proyek ini juga mencakup pemasangan instalasi listrik dan lampu yang lebih baik serta pengadaan mebel untuk mendukung kenyamanan aktivitas belajar mengajar.
Program revitalisasi ini, merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 yang menugaskan Kementerian PU untuk mendukung pembangunan prasarana pendidikan di bawah Kementerian Agama.
Sepanjang tahun 2025, Kementerian PU telah menyelesaikan rehabilitasi dan renovasi 548 madrasah yang tersebar di 26 provinsi.
Sementara itu, pada tahun 2026, pemerintah tengah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 856 madrasah di 27 provinsi, terdiri dari 13 proyek skema Single Year Contract (SYC) dan 843 proyek Multi Years Contract (MYC) 2025–2026.
Hingga saat ini, sebanyak 44 madrasah di lima provinsi telah selesai dibangun dan siap mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia.
Anehnya, di MAN 4 Pasaman Barat pantauan media ini, bangunan gedung belajar terlihat sudah di lakukan pengecatan dinding perbaikan rangka dan penutup atap. Termasuk juga, renovasi dinding, plafon, lantai, hingga pembaruan kusen pintu dan jendela.
Di lokasi bangunan gedung yang di rehab. Mirisnya, sebagian pekerjaan plafon ada yang mengalami kerusakan. Begitu juga di areal bangunan MAN 4 Pasaman Barat, terdapat pekerjaan pondasi bangunan yang terlihat terbengkalai.
Ada pasangan batu yang belum selesai di kerjakan dengan kolom besi yang tertanam pada bagian pondasi. Disamping bangunan pondasi lainnya, terlihat kolom pekerjaan pasangan pondasi dengan tiang besi ukuran 50 centimeter sudah terpasang. Namun rangka pembesian terlihat dibiarkan menumpuk di samping bangungan pondasi yang terbengkalai.
Kepala Kakan Kemenag Pasaman Barat Dr.H.Thomas Febria S.Ag M.A saat dikonfirmasikan, kondisi pekerjaan bangunan MAN 4 Pasaman Barat, ia mengucapkan terima kasih atas Informasi yang diberikan.” Kita akan lihat dan cek informasinya,” katanya
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan program kewenangan Kementerian PUPR Pusat. Pihak sekolah, hanya sebagai penerima program.
Sementara itu, Kepala Sekolah MAN 4 Pasaman Barat, belum berhasil ditemui, terkait kondisi bangunan di sekolah yang ia Pimpin.
Penulis
Buyung


