
Anak daro jalan malenggang
Babaju kuruang babaluik salendang
Batanyo juo urang sagalanggang
Terminal Anak Aia kok langang
Rang sumando duduak manapi
Duduak baselo kaki balipek
Lebaran biasonyo terminal rami
Ko cando saluran aia nan tasumbek
PADANG, INVESTIGASI_Bertanya juga dalam hati. Kok, bisa terminal saat lebaran sepi. Padahal, saat lebaran Idul Fitri, banyak perantau pulang mudik. Namun, bus yang singgah diterminal itu, bisa dihitung jari. Sepi, bak kuburan tak berpenghuni. Bagaikan saluran air tersumbat tak mengalir
Padahal, du seluruh pelosok negeri bergeliat dalam hiruk pikuk arus mudik dan balik Lebaran. Namun, itu tak ditemukan di Terminal Tipe A Anak Air di Kota Padang. Sebaliknya, menghadirkan pemandangan yang mencengangkan. Sepi, nyaris tak berpenghuni. Terminal yang seharusnya menjadi simpul mobilitas antarprovinsi dan denyut ekonomi masyarakat ini, menjadi monumen bisu kegagalan tata kelola transportasi kota.
Sebelum lebaran, sempat mengunjungi terminal yang berada di kawasan utara Padang ini. Hasilnya jauh dari ekspektasi. Bukan keramaian penumpang, deru mesin bus, atau suara para pedagang kaki lima yang menyambut. Hanya ada beberapa unit bus Trans Padang yang sedang menunggu jadwal keberangkatan. Nyaris tak ada aktivitas lain. Tak terlihat satu pun bus antarprovinsi atau antarkota dalam provinsi. Suasana begitu lengang, seolah terminal ini berada di luar kalender Lebaran.
Ironi, potret buram menyertai sepinya terminal. Sangat mencolok, bila dibandingkan dengan terminal-terminal besar lainnya di Indonesia.
Seperti terminal Purabaya di Surabaya, Bungurasih, Kalideres di Jakarta, hingga Pulo Gebang. Saat lebaran, semuanya tumpah ruah oleh arus pemudik dan kendaraan.
Bahkan terminal dalam provinsi Sumatera Barat seperti Terminal Bukittinggi dan Terminal Bareh Solok pun padat oleh aktivitas masyarakat, para pelaku usaha, serta kendaraan lintas kabupaten dan provinsi.
Berbalik 380 derajat dengan Terminal Anak Air. Momen puncak arus balik lebaran, terminal itu tetap sepi, diam, tak memiliki fungsi.
Kemana Penumpangnya? Kemana Busnya? Dan, Kemana Pemerintah Kota Padang?
Upaya untuk mengkonfirmasi kondisi ini dilakukan kepada Kepala BPTD Kelas II Sumatera Barat, Muhammad Majid Darmawan, hingga berita ini diturunkan, konfirmasi via WhatsApp yang dikirimkan pada Sabtu sore (5/04) belum mendapat balasan. Slow respon di tengah persoalan pelik dan patut menjadi perhatian bersama.
Sementara itu, keterangan dari warga sekitar mengungkap fakta yang lebih menyedihkan. Pengakuan warga, semenjak beroperasi, terminal ini memang seperti ini. “Sepi. Tidak ada geliat, bahkan saat musim mudik lebaran seperti sekarang,” ujar seorang warga setempat.
Menurut mereka, bus antarkota antarprovinsi yang masuk ke terminal bisa dihitung dengan jari. Hanya 1 atau 2 unit dan datang sekitar pukul 09.00 atau 10.00 pagi. Aktivitas malam hari? Hampir tidak ada. Kalaupun ada, itu hanya ketika pemerintah atau organisasi tertentu menyelenggarakan program mudik gratis.
“Ada petugas yang biasanya berdiri di simpang, menyetop bus supaya masuk ke terminal. Tapi kalau bus tidak mau masuk, ya dibiarkan saja. Terminal ini seperti formalitas, bukan tempat yang benar-benar berfungsi untuk masyarakat,” imbuhnya.
Gagal Pengelolaan
Kondisi ini mencerminkan lebih dari sekadar sepinya terminal. Juga menunjukkan ketidakseriusan Pemerintah Kota Padang dalam membangun sistem transportasi yang terintegrasi, fungsional, dan berpihak pada rakyat. Terminal ini seharusnya menjadi nadi perekonomian, penghubung antardaerah, serta ruang interaksi sosial masyarakat. Namun yang terjadi, justru menjadi simbol inefisiensi, pemborosan anggaran, dan kegagalan manajemen.
Alih-alih mengembangkan Terminal Anak Air sebagai simpul transportasi yang hidup, pemerintah seakan lepas tangan. Tidak ada regulasi tegas memaksa operator bus masuk ke terminal. Tidak ada kebijakan insentif atau promosi untuk menarik pengguna jasa. Tidak ada sinergi dengan sektor swasta. Tersisa hanyalah bangunan besar yang perlahan menjadi ruang kosong tak berguna.
Saatnya Bercermin
Sepinya, Terminal Tipe A Anak Air bukan hanya sekadar fenomena musiman, tapi alarm keras ada yang tidak beres dalam pengelolaan infrastruktur transportasi di kota ini. Dibutuhkan keberanian dan keseriusan dari Pemko Padang untuk melakukan evaluasi total. Membangun terminal bukan hanya soal beton dan atap, tapi bagaimana menjadikannya fungsional dan bermanfaat.
Jika dibiarkan terus-menerus seperti ini, maka Terminal Anak Air akan terus menjadi simbol kegagalan. Kegagalan mendengarkan kebutuhan masyarakat. Kegagalan mengelola fasilitas publik. Dan yang paling menyakitkan: kegagalan hadir di tengah rakyat, di momen semeriah Lebaran. Osmon/Den/Nv



Choose what most ideal suits your Chicken Road Juego.
Контейнерные перевозки из Китая
http://www.civicvoice.org.uk/?URL=drivedrom.ru/interesnoe/kontejnernye-perevozki-iz-kitaya.html
1 win casino 1 win casino .
1win. casino. http://1win1001.top .
1 win casino http://www.1win1001.top .
международной морской перевозки грузов
https://www.atn-trans.com/blog/2024/11/15/mezhdunarodnye-morskie-perevozki-gruzov
Our new casino map allows you to find your way around our casino. Casino Frenzy is a bit typical when compared to other casino games. It features a combination of slots and video poker. Like many, it boasts new slots and video poker games frequently. It also tries to sell you by writing that you’ll get huge wins in all capital letters. There are some things to like about it, though. It also includes hourly bonuses. That’s more frequent than most casino games. That’s more often than most. It can be buggy at times. However, those issues tend not to last too long. It’s pretty decent. The Bank is always open to spin for free and go for 10 total Jackpots! Who needs Vegas casino games when you have the glitz, glamour of two fan favorite features, Classic Star and Rapid Fire, PLUS Super Bonus!
https://aikatechnology.com/2025/05/27/ghanaian-strategies-for-winning-aviator-with-low-stake-bets/
Stop by to enjoy dinner every Tuesday, Friday, Saturday and Sunday. Lunch will also be served in Harvest Dining Hall on Tuesdays, Saturday and Sunday. For assistance in better understanding the content of this page or any other page within this website, please call the following telephone number 1.888.226.7711. SHANGHAI — Macau passed Las Vegas as a casino market years ago thanks especially to its flourishing baccarat tables. Macau’s slot market, on the other hand, still lags behind that of its American counterpart. Vegas IGT WMS Casino Slots For Sale Video Gambling Machines Cabinets Why worry about ATMs when you could be increasing your odds at the slots? Aspect Gaming chose the unusual location of Shanghai for its head office. (Courtesy of Aspect Gaming) On the first betting round of a “structured limit” game, any player, including the player required to make the force bet, may bet either the force amount or the lower structured amount for that betting round. Once the structured bet has been made, all calls and or raises must be made by the structured bet amount.