
PADANG, INVESTIGASI_Malang tak dapek ditulak, muju tak dapek diraih.’ Jika Allah, sudah berkehendak, tak ada yang menghalangi. Musibah banjir dan galodo menimpa Sumatera Barat, membawa duka yang mendalam mereka yang terdampak bencana. Duka Indonesia, duka kita semua
Duka juga menyelimuti Ranah Minang, bahkan Kota Padang. Hujan tak henti membasahi bumi, tak luput dari bencana banjir dan galodo.
Hamparan sawah, ladang dulu menghijau berubah tanah kuning penuh dengan kayu gelondong yang terbawa arus banjir.
Rumah penduduk berjejer rapi, tertutup sedimen lumpur. Bahkan, ada yang hanyut terbawa arus. Infrastruktur penting menjadi urat nadi perekonomian porak poranda diterjang bencana
Koto Tangah, Pauh, Kuranji dan sekitarnya dahulu sibuk dengan segala aktifitas.
Terlihat menjadi wajah-wajah duka dan kelelahan.
Posko Banjir Kecamatan Pauh, tepatnya SD 02 Cupak Tangah menjadi saksi kunjungan Ika Merdeka Peduli. Minggu (7/12) siang
Ikatan Alumni Lintas Angkatan SMA 17 Agustus – Kartika I – 5 melakukan kunjungan simpatik korban bencana banjir dan galodo, yang terjadi Selasa, 25 Okotober hingga 27 Oktober.
Kunjungan ke Posko menemui korban banjir dan galodo Ika Merdeka.
Indrayanti 49 tahun, salah satu korban di pengungsian, menerangkan peristiwa yang dialaminya.
Saat itu, katanya beruraikan mata, jam menunjukan pukul 12 malam, deru air bah/galodo memecahkan kesunyian. Tepat Kamis 27 Oktober rumah yang dihuninya Batu Busuk, RT 01 RW 03 Kelurahan Lambung Bukit terbawa arus galodo, hingga hanya tinggal teras dan kamar depan
Malam itu juga, ibu dua anak ini, mengungsi bersama saudaranya
SD 05 Kel. Kepala Koto Kec. Pauh dan beberapa warga lain ke Masjid Takwa Kapalo Koto
Kunjungan Ika Merdeka, menemui korban alumni Ika Merdeka, Harisman menyampaikan duka mendalam, turut prihatin atas peristiwa yang dialami Korban. Ia berharap saudara alumni tertimpa musibah bersabar dan selalu tawakal ujian yang diterima.
“Mari lihat musibah ini ujian dan selalu tawakal kepada Yang Kuasa. Yakinlah, Allah menyayangi kita. Ikhlas menerima cobaan ini, pasti ada lebih baik yang akan balasNya.” Kata Harisman
Ketum Muchlis Edo Wilardo dalam keprihatinan menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa saudara Ika Merdeka, saudara-saudara yang lain tertimpa musibah banjir dan longsor
Diakui, bencana alam ini telah menimbulkan kerusakan. Tidak saja sawah, ladang, infrastruktur hingga ke rumah warga
Kita prihatin atas musibah bencana Galodo. Apalagi korban bencana alam itu ada keluarga Ika.
‘Kita berharap korban dari musibah ini selalu tabah dan kuat dalam menghadapi,’ kata lelaki tambun ini seraya menambahkan, yakinlah rahasia Allah kita tak tahu. Kita berharap saudara kita tertimpa musibah sabar dan tabah menghadapi cobaan ini
Dalam kunjungannya Ika Merdeka membawa titip keluarga besar, tidak saja dalam bentuk uang juga berupa pakaian anak dan dewasa. Termasuk juga kebutuhan pokok beras, mie, minyak dan makanan kecil.
Secara simbolis penyerahan bantuan Ika Merdeka diterima Indrayanti 94, Yuli Afrida 94 dan Yulimar 90, langsung diserahkan ketua umum Muclis Edo Wilardo beserta Sekum Ika Merdeka
Ketua Koordinator Bencana Alam Ika Merdeka, Rini Hastuti Asra, merasa bersyukur atas kepedulian dan empati Ika Merdeka dalam waktu singkat terkumpul dana bantuan Rp. 3.610.000. Ditambah bantuan langsung Ketua Umum di lokasi Rp. 2.000.000, Selain itu beras, pakai dewasa, anak-anak, Mie, makanan ringan dan hari ini (Minggu-red) kita telah distribusikan ke korban (alumni) bencana Posko Bencana Banjir Pauh, SD 02 Cupak Tangah.
Hastuti mengakui, bukan memilah atau memilih dalam memberikan bantuan. Kita komitmen dulu keluarga besar Ika, ini menyangkut jumlah bantuan baik dana maupun kebutuhan lain, yang masih belum optimal kita serahkan ke posko bencana
“Kita komitmen dan prioritas korbannya keluarga Ika Merdeka dulu. Pertimbangan jumlah bantuan dan perlu dioptimalkan bagi penerima” kata Hastuti
Saat menyerahkan bantuan Hastuti menitip salam dari keluarga besar Ika Merdeka buat tertimpa musibah, iapun berharap saudara yang menerima dapat terkurangi beban pasca bencana dalam persiapan kedepan.
Dan terucap terima kasih, tak terhingga kepada senior dan yunior Ika Merdeka yang telah memberikan kontribusi bantuan uang maupun barang hingga dapat kita salurkan kepada saudara kita yang ditimpa musibah.
“Semoga bantuan yang Ika merdeka berikan. Menjadi ladang amal, dan saudara kita yang menerima terbantu, diakui masih kecil tetapi setidak ini rasa empati dan perhatian kami sesama alumni,” ujar Hastuti mengakhiri. Khaef


