
Padang, Investigasi_Menanggapi kisruh berkepanjangan dalam tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, tokoh olahraga Sumbar sekaligus pendiri komunitas SPORTY (Solidaritas Peduli Olahraga), Pax Alle (William Nursal Devarco) kembali mengeluarkan pernyataan resmi. Ia menegaskan bahwa seluruh proses menuju Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI harus berlangsung secara adil, netral, dan tanpa intervensi kepentingan politik maupun kekuasaan.
Pax Alle menyayangkan situasi yang makin menghangat pasca-penolakan SK perpanjangan kepengurusan KONI Sumbar oleh Dispora, meskipun telah diterbitkan oleh KONI Pusat. “Kita butuh penyelesaian yang objektif dan tidak memihak, bukan tarik-menarik kepentingan yang justru memperkeruh situasi dan merugikan dunia olahraga,” ujarnya.
Seruan untuk Musyawarah, Bukan Maneuver
Ia menyarankan agar solusi konkret segera diambil dalam bentuk penyelenggaraan Musprov KONI. Namun Pax menegaskan, pertanyaannya bukan hanya kapan, melainkan siapa yang menyelenggarakan dan bagaimana prosesnya dijalankan.
Ada dua opsi penyelenggara yang ia nilai rasional:
- Pengurus KONI saat ini, jika diperpanjang secara sah melalui SK dan musyawarah bersama.
- Tim independen yang melibatkan berbagai unsur netral di luar kepengurusan lama.
“Yang penting, penyelenggaraan Musprov berlangsung adil, transparan, dan tidak dengan skenario aklamasi semu yang dipaksakan,” katanya.
Harapan untuk Tidak Ada Intervensi Sepihak
Dalam pernyataan terbarunya, Pax Alle juga menyoroti dinamika menjelang Musprov, termasuk potensi intervensi oleh pihak tertentu yang ingin “mengunci kemenangan” untuk calon tertentu melalui jalur kekuasaan.
“Saya berharap tak ada pihak tertentu yang melakukan intervensi untuk mengacaukan atau memenangkan calon secara sepihak dengan cara-cara tidak sportif melalui variabel kekuasaan dan politik,” tegas Pax Alle.
Menurutnya, dunia olahraga Sumbar memiliki integritas dan kedewasaan untuk menilai siapa calon ketua umum (caketum) yang paling layak, tanpa perlu disetir oleh strategi politik yang merusak iklim fair play.
Tiga Nama, Tiga Warna
Pax Alle juga memberikan pandangannya terhadap tiga nama calon yang saat ini mencuat dalam bursa caketum KONI Sumbar:
Hamdanus, mantan fungsionaris KONI Sumbar dan pernah menjabat sebagai Plt Ketua KONI.
Brigjen TNI Khairul Anwar, tokoh militer yang banyak berkontribusi pada dunia olahraga dengan mendukung atlet-atlet dari institusi TNI.
Tommy, Ketua KONI Kabupaten Pasaman Barat yang memiliki pengalaman dalam membina olahraga di daerah.
“Dari tiga calon yang mengerucut ini, semuanya punya rekam jejak di KONI dan dunia olahraga. Publik, khususnya para pemilik suara (voters), tentu bisa menilai siapa yang membawa visi keberlanjutan, siapa yang memakai pola lama untuk menang, dan siapa yang tampil sebagai alternatif solutif untuk perubahan lebih baik,” tambahnya.
Penutup: Sportivitas adalah Harga Mati
Pax Alle menutup pernyataannya dengan ajakan untuk menjaga marwah olahraga. “Kalau dunia olahraga saja tidak menjunjung sportivitas, bagaimana kita bisa menginspirasi generasi muda? KONI bukan ajang perebutan kekuasaan, tapi rumah bersama bagi kemajuan prestasi,” pungkasnya. Rel


