
SIBERUT, INVESTIGASI_Berdalih pekerjaan sudah lama, tahun 2022/2023. Poto pekerjaan dan arsip, susah dibongkar. Apalagi, Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK), Yesmen sudah pindah ke P2JN
Namun, Masudi (Ka Satker) masih menemukan beberapa poto kegiatan. Sembari mengirim poto itu Via WA, ia juga mengatakan, potongan kayu berserakan itu, sudah dibersihkan sebelum pekerjaan jalan.
“Hanya beberapa poto yang ketemu. Bekas balok kayu itu sudah dibongkar dan dibersihkan. Pembongkaran itu, kalau tak salah tahun 2022/2023,” kata Masudi
Ia juga mengatakan, arsip proyek PPK yang memegang. PPK sekarang sudah pindah ke P2JN. Perlu waktu untuk membongkar paket yang sudah lama.
“Poto yang ada hanya poto yang pernah saya lihat. Itupun baru ketemu, bekas balok balok kayu,” ulasnya
Sementara, PPK Yesmen yang sekarang sudah pindah ke P2JN, terkesan bungkam. Meski sudah dikonfirmasikan via WA nya.
Berita Sebelumnya
2022/2023 lalu, Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, mendapat suntikan dana dari pusat melalui APBN senilai Rp53.447.650.000. Anggaran sebesar itu, dimanfaatkan pekerjaan mega proyek peningkatan jalan dan pembangunan jembatan bailey Labuhan Bajau Sigapokna.
Proyek yang menjadi tanggungjawab Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2 Sumbar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.6, proyek tersebut dikerjakan PT. Petarangan Utama – PT. Mina Pajar Abadi KSO
Dalam perjalanan proyek tahun anggaran 2022/2023, masa pelaksanaan 420 hari kalender itu, disertai riak dan berbagai persoalan. Disebabkan, lokasi proyek bernomor kontrak 15/PKK/SK PJN 1- Bb.03.23.1.6/IX/2022, berada di medan yang berat dan lokasi ekstrem
Terindikasi ini, membuka peluang rekanan bermain dilapangan. Dugaan itu bakal, terbukti. Proyek dengan konsultan supervisi PT. Ottoman Architekture KSO PT. Cail Utama Konsultan, PT. Triarta Nusa Engenering, kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan, dibebera titik terancam terban
Diduga Potongan Kayu dan Terumbu Karang Jadi Timbunan
Terbannya proyek itu, menimbul spekulasi dilapangan. Dari pernyataan yang terekam dalam video (tonton juga di Channel Investigasi), salah seorang warga mengatakan, rusaknya jalan, disebabkan potongan kayu jadi timbunan. Ini menjadi penyebab jalan tersebut, terancam terban
“Potongan kayu dibahu jalan ini, sisa dari penimbunan untuk badan jalan. Perusahaan menggunakan kayu untuk timbunan jalan. Tidak itu saja, terumbu karang juga dijadikan timbunan. Terumbu karang berserakan di jalan ini, juga menjadi sisa timbunan jalan,” katanya.
Pernyataan Orang Tak Bertanggungjawab
Sementara, mantan Ka Satker PJN Wilayah 1, membantah pernyataan tersebut. Ia mengatakan, via WA, Selasa (26/8), itu pekerjaan orang yang tidak bertanggungjawab. Menebar isu yang tak masuk akal.”Balok kayu itu, digunakan untuk alat berat lewat. Karena, daerah itu daerah rawa
“Kalau tidak dipasang balok kayu, tidak bisa alat berat lewat. Logikanya begini, lebih mahal kayu atau timbunan. Pasti lebih mahal kayu, mengapa menimbun pakai kayu,” katanya, sembari mengatakan, ada poto pembuangan potongan kayu itu. Ia juga menyebutkan rekanan, sudah kolap.
Penulis Boy Syahrial
Editor Novri Investigasi


