
Harumnya bau Bungo Melati
Tumbuh sarumpun jo Bunga Mawar
Batanyo juo galanggang rami
Baa kabanyo Porprov Sumbar
Tumbuh hilalang di salo padi
Padi ampo tumbuah tak jadi
Sepi spanduk kurang promosi
Cando balanggang di nan rami
8 tahun, gema Pekan Olahraga Provinsi Sumbar (Porprov) redup tak bercahaya. Mati suri, seakan Tak bergetar denyut nadi. 2026 bangkit kembali, Oktober 2026 di gelar melalui tuan rumah bersama. 2 Oktober pembukaan digelar di Lapangan Merdeka Kota Solok
Sebelumnya, 27 Agustus lalu sudah dilakukan soft lounching alek olahraga terbesar di Ranah Minang yang akan berlangsung 2 – 14 Oktober, mempertandingkan 52 cabang olahraga, mencapai 1.048 pertandingan. Bertema ‘Mengembalikan Kompetisi, Memperkuat Pembinaan dan Menggerak Daerah’
Diharapkan Porprov 2026 ini, akan melahirkan atlit yang siap membela Sumbar pada Porwil 2027 dan PON 2028. Tekat itu, bergema seiring semangat atlit dan dukungan kepala daerah. Bersedia menjadi tuan rumah, bukti nyata ingin mensukseskan arena olahraga dua tahunan itu
Padang Tuan Rumah Sepi Promosi
Pesta olahraga terbesar di se Sumatera Barat yang diikuti 19 kabupaten/kota itu, Kota Padang dipercaya menjadi tuan rumah 20 Cabor. Namun, sampai sekarang gebyar sebagai tuan rumah, terkesan adem adem saja, tak terlihat gegap gempita.
Padahal, penunjukkan resmi tuan rumah Porprov XVJ dilakukan Gubernur Sumbar dan KONI tanggal 27 Agustus di Auditorium Gubernuran. Sampai tanggal 5 September lebih kurang 30 hari lagi Porprov dibuka, Kota Padang masih sepi promosi
Sebagai ibu kota provinsi, meski bukan di buka di Kota Bingkuang dilakukan pembukaan, mestinya gebyarnya sudah bergema. Getarnya sudah membahana. Promosi melalui spanduk, baliho di sepanjang pusat kota tak terlihat sama sekali. Wajar saja warga tak mengetahui akan ada alek gadang olahraga di Kota Padang
Begitu juga di gerbang memasuki Kota Padang, belum terlihat spanduk ucapan selamat datang peserta Porprov. Etika tuan rumah terabaikan. Seharusnya tamu belum datang, tuan rumah sudah siap menyambut. Tentu menjadi tanda tanya, kenapa masih sepi, hanya tinggal hitungan hari, cando balangang di nan rami. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


