
Bicara masalah trotoar, terbayang dalam pikiran, membias dalam angan, merupakan fasilitas publik yang berfungsi memberikan ruang aman bagi pejalan kaki. Bahkan, manfaat yang tak kalah pentingnya, trotoar itu, merupakan aksesibilitas penyandang disabilitas
Sayang, trotoar yang indah diawal pekerjaan, tak seindah dibayangkan setelah lama berjalan. Trotoar ambruk, terban dan hancur, bukan lagi menjadi tempat yang nyaman bagi pejalan kaki maupun penyandang disabilitas. Malah, beresiko terjadinya kecelakaan.
Sebab, trotoar sudah keriting dan bergelombang. Biasanya, terjadi pada pekerjaan trotoar yang banyak pepohonan. Seperti yang terjadi GOR H. Agus Salim, trotoar keriting, bergelombang dan hancur. Ini juga terjadi di setiap sudut pekerjaan trotoar di Kota Padang yang melingkari pepohonan.
Penyebab Trotoar Keriting dan Bergelombang
Lalu, kenapa bisa terjadi. Apa penyebab dari semua ini. Kota Padang, indah berseri, rusak akibat banyak trotoar berantakan dan menganggu kenyamanan. Bahkan, beresiko besar terjadinya kecelakaan. Yuk, kita kupas. Salah satu penyebab, pertumbuhan akar pohon membesar dan mendesak lapisan, membuat permukaan semen naik, retak atau keriting.
Biasanya, pohon peneduh tertentu memiliki akar lateral yang tumbuh dekat permukaan tanah dan memiliki kekuatan hidrolik besar untuk mengangkat beban beton. Terjadinya perebutan ruang udara dan air, disebabkan tanah dibawah trotoar dan paving terlalu padat. Sehingga, akar tumbuh ke atas mendekati celah antar paving block demi mendapatkan oksigen.
Air hujan yang meresap melalui celah pavingblock, menghanyutkan lapisan tanah timbunan atau pasir pengikat dibawah, karena pergerakan tanah akibat akar. Apalagi, diameter lubang tanam pohon terlalu sempit, berakibat tidak ada jarak aman bagi batang dan pangkal akar pohon untuk membesar
Diprediksi Juga Bakal Terjadi di Trotoar Jalan Samudera Pantai Padang
Masih banyak lagi, penyebab terjadinya trotoar keriting, bergelombang yang melingkari pohon. Inipun, bakal terjadi pada pekerjaan trotoar di Jalan Samudera Pantai Padang. Soalnya, trotoar menjadi tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sedang dalam proses pekerjaan.
Proyek yang dikerjakan PT. Kemuning Yona Pratama, konsultan pengawas PT. Raisa Gemilang, juga melingkari pohon sepanjang jalan tersebut. Dan, tak tertutup kemungkinan proyek senilai Rp8.556.994.684.78, tahun anggaran 2026, bakal bermasalah di kemudian hari
Apalagi, jika dikerjakan tak sesuai spesifikasi, makin mempercepat rusak proyek bernomor kontrak 007/Kont – PJ/APBD/DPUPR/2026, tanggal kontrak 13 Juli 2026. Padahal, pekerjaan trotoar masa pelaksanaan 150 hari kalender itu, berada di lokasi wisata yang ramai di datangi pengunjung.
Jika terjadi kerusakan, keriting dan bergelombang, membuat ketidaknyaman pengunjung yang ingin menikmati indahnya Pantai Padang. Sebelum ini terjadi ‘Padang Rancak’ ternoda, perlu dicarikan solusi untuk pekerjaan trotoar di lokasi keramaian yang mengitari pohon itu. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


