
Usah tabang sumbarang tabang
Jikok lai takuik datang galodo
Urang sawah jo ladang nan taniayo
Cuplikan lagu ‘Pasan Buruang’ itu, punya makna yang dalam, terkait kerusakan hutan akibat adanya praktek illegal. Terbukti hujan tak henti henti meratap sedih, membasahi bumi Kota Padang, mengakibatkan banjir bandang dan longsor, seakan mengabarkan, pemalakan liar yang telah lama merusak hutan hutan dihulu.
Sebab, banjir bandang meluluhlantakan. beberapa lokasi, tidak saja, membawa material, pasir dan tanah, tapi juga kayu gelondong. Jumlahnya tak terpikirkan hanyut terbawa arus. Sekarang parkir disepanjang bibir pantai, berserakan ‘bak buih di lautan, . Pesan tersirat, kayu kayu gelondongan itu, menguak tabir gelap adanya dugaan praktik ilegal logging
Gerombolan kayu di sungai yang terlihat di video amatir itu, bukan sekedar pohon tumbang alami. Diprediksi berasal dari penebangan liar, berakibat lahan di hulu menjadi gundul dan rentan longsor saat hujan deras. Banyak yang menduga kayu gelondong itu, sebagian merupakan sisa penebangan liar yang luput dari pengawasan
Jumlah Besar Diluar Logika Menuai Sorotan Netizen
Sungguh luar biasa teramat luar biasa. Diluar logika, kok bisa sebanyak itu, tumpukan kayu gelondong berserakan sepanjang garis pantai. Disebut juga, kayu gelondong, bak buih di lautan itu, seolah menjadi ‘barang bukti’ yang menyimpan misteri selama ini. Dan, puncak banjir Rabu dan Kamis, seakan mengungkap fakta, ada masalah besar di hulu
Netizen pun bersuara keras, warga pun mengungkap pedas.” Lah dikirim barang bukti dek alam langsuang,” komentar@rokodwipernando. Lebih pedas lagi komentar @Cosmic photography750,vmenyebutkan, pemimpin dipilih dan diamanahkan oleh rakyat untuk mengelola sebuah daerah maupun negara dengan baik dan benar.
Begitu juga dewan yang dipilih oleh rakyat sebagai fungsi pengawasan kepada pemimpin, tapi apa yang mereka perbuat, mengecewakan rakyat. Adakah UU yang mengatur untuk rakyat menuntut?. Jika kayu tumbang karena banjir, kenapa bisa sebanyak itu. Warga sekitar pantai pun dibalut perasaan heran.
Kalau pohon tumbang, tak mungkin sebanyak itu. Kayu kayu yang sudah ditebang diatas bukit pun ikut dihanyutkan. Biasanya, memang ada kayu hanyut kalau banjir, tapi jumlahnya tak masuk akal, diluar logika. Hampir sepanjang pantai penuh pantai kayu gelondong. Ini bukan sekedar bencana alam. Dan, beragam tanggapan netizen, menjadi tanda tanya besar, kok bisa ini terjadi
Perhatian Serius Berbagai Pihak
Banjir yang terjadi di Kota Padang, mengingatkan kita, tumpukan kayu tersebut adalah material yang terbawa oleh arus banjir yang lebih kuat dari daerah hulu ke hilir. Kehadiran jumlah kayu yang masif, menunjukkan betapa dasyatnya bencana yang terjadi. Bukan sekedar pohon tumbang, tapi sudah mengarah dugaan penebangan liar.
Fenomena yang bicara ini, jawaban tanda tanya dari krisis lingkungan. Dimana, eksploitasi hutan di hulu, menyebabkan konsekwensi bencana yang terlihat jelas di wilayan pantai. Ini perlu perhatian serius dari berbagai pihak. Bencana alam yang terjadi di Kota Padang, bukan saja mengungkap tabir gelap, adanya dugaan ‘pemalakan liar, tapi juga mengingatkan kita agar lebih peduli lingkungan.
Penulis
Novri Investigasi


