
Bukan laga antara dua klub plat merah PSP Padang Kontra PSPP Padang Panjang yang panas. Bukan juga penonton dua klub yang ribut. Tapi, suasana panas itu, terjadi di barisan kursi VIP di Stadion GOR. H. Agus Salim
Pemandangan tak biasa itu, terjadi, Senin (16/2) laga kedua yang mempertemukan dua klub plat merah yang bertengger di papan atas klasemen Liga 4 PSSI Sumbar. Entah, siapa yang memulai, keributan pun terjadi.
Dorong dorongan, terlihat dibangku VIP. Dan, beberapa diantara mereka, mencoba menghalangi dan mencegah keributan. Sorak sorai penonton pun mengiringi keributan itu
Mengejutkan lagi, keributan itu terjadi antara pengurus teras dua klub. Seharusnya, mereka bisa menenangkan suasana, justru jadi pematik keributan. Ya, sikap tak terkontrol, pernyataan lepas, membuat suasana pertandingan makin panas
Meski, keributan bisa diatasi, suasana mulai dingin, namun diyakini masih berlanjut panjang. Karena, satu pihak tak bisa terima lontaran pihak lain yang dituding, menciderai tim lain. Entahlah, semoga tak terjadi
Penonton yang ingin menyaksikan laga krusial antara dua klub plat merah itu, merasa terganggu. Pertandingan yang tersaji menarik itu, ternodai oleh sikap petinggi klub. Mereka yang seharusnya menjadi teladan, bahkan memperburuk keadaan. Dan, menganggu jalannya pertandingan
Kita tak menyebutkan, tidak juga mengupas tuntas, awal keributan. Tapi, peristiwa yang terjadi, bisa menjadi fakta di lapangan. Hanya satu harapan, semoga peristiwa memalukan ini, tak terjadi lagi. Fair flay, bukan untuk pemain, penonton, juga petinggi klub.
Harapan semua kalangan, semoga ini menjadi pelajaran bagi kita untuk diambil ikmahnya. Dan, kompetisi Liga 4 PSSI Sumbar ini, berakhir dengan baik dan menghasilkan juara tim terbaik
Penulis
Novri Investigasi


