
Oleh : Richard ARB
Akibat banjir bandang menghantam sejumlah kawasan Kota Padang dan Sumbar, 25, 26 , 27 dan 28 , atau minggu keempat November 2025 , mengakibatkan sejumlah infrastruktur kota / harta ,hancur, dibawa derasnya air bah/ bandang , dan menjadi viral di Medsos dan TV Lokal dan TV Nasional.
Masyarakat juga berharap pembangunan baru kembali jembatan yg luluh lantak diterjang banjir bandang tersebut juga menjadi viral.
Pemko Padang diharapkan memplaning dan mengucurkan dana untuk itu, minimal Tahun 2026 mendatang atau melain APBD-P atau APBD P Propinsi Sumbar 2026, sudah dimulai ,?.
Banjir bandang betul betul tidak bersahabat, tidak pandang bulu.. Yang berada di depannya dihantam..
Akibat banjir bandang itu , membawa sejumlah korban nyawa melayang seketika, rumah/ bangunan, tanaman, ternak, harta benda, jembatan, irigasi, jalan dan infrastruktur lainnya hancur.
Khusus untuk Kota Padang mungkin tidak sedikit hancurnya sarana prasarana kota di sejumlah kecamatan.
Pasti sudah menjadi “PR” berat bagi Walikota Fadly Amran di awal kepemimpinannya ini.
Khusus untuk kawasan/ Kelurahan Lambung Bukit, yang merupakan salah satu Kelurahan di Kecamatan Pauh yang agak terpencil dari sembilan kelurahan. Karena dipisahkan oleh sungai yang lebih dikenal dengan kawasan irigasi Gunung Nago.
Kalaulah tidak ada sarana irigasi dan jembatan Gunung Nago, kawasan Lambung Bukit memang terlalu jauh untuk akses kesana dari pusat Kecamatan Pauh dan harus jalan berputar putar arah ke kawasan Makam Pahlawan Kuranji mencapai beberapa kilo.meter.
Jembatan Gunung Nago itu dulunya tidak hanya untuk melancarkan sarana perhubungan masyarakat setempat ke pusat kecamatan dan bekerja ke kelurahan lain, tetapi juga salah satu jalan pintas / alternatif masyarakat yang kuliah dan bekerja ke kampus Unand dari kawasan Belimbing, Korong Gadang, Air Pacah dan dari kawasan timur, Utara dan lainnya Kota Padang,
Yang jumlahnya mencapai ratusan, bahkan ribuan orang, baik dengan kendaraan roda dua dan roda empat.
Karena disana juga sudah ada Perumnas dan sejumlah usaha industri dan rakyat.
Dengan ilustrasi tersebut sangat tepat bila Pemko Padang meanggarkan dana pada tahun 2026 untuk pembangunan kembali Jembatan Gunung Nago Lambung Bukit Pauh Padang yang sudah hilang tersebut.
Jembatan tersebut diperkirakan dengan panjang sekitar 80 atau 100 meter dan lebar lima atau enam meter bila dibangun baru ( perlu survei DPU).
Minimal Pemko Padang harus membangun jembatan darurat, menjelang permanen, bila anggarannya terlalu besar.
Bisa saja dana Pokir dewan asal Pauh dialihkan kesana tahun 2026 ( bila memungkinkan).
Atau melalui APBD Perubahan Propinsi tahun 2026 berkat dorongan DPRD Propinsi dan berkat gerak cepat/ gercep Walikota Padang
Tidak hanya jembatan Gunung Nago yang diprioritaskan, tetapi juga sejumlah infrastruktur kota yang hancur di berbagai kecamatan akibat banjir bandang.
Semoga gerak cepat pejabat terkait membawa keberuntungan bagi masyarakat Lambung Bukit Pauh dan wilayah lainnya 2026. -Semoga.


