
Pasbar, Investigasionline– Wakil Bupati Pasaman Barat, H. M. Ihpan, menyerahkan bantuan kepada keluarga korban hanyut di Batang Sikabau, Ujung Gading, Selasa (6/1/2026). Bantuan tersebut diberikan kepada Bapak Pahrul Siregar, orang tua dari Zunior Azril Ramdhan (13), yang dilaporkan hanyut saat mandi di sungai pada Sabtu (3/1/2026).
Penyerahan bantuan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat kepada keluarga korban yang hingga kini masih menanti kabar keberadaan anaknya. Wakil Bupati berharap korban dapat segera ditemukan.
Dalam kesempatan tersebut, H. M. Ihpan menyampaikan rasa duka dan empati yang mendalam atas musibah yang dialami keluarga korban. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan agar proses pencarian membuahkan hasil.
Memasuki hari keempat pencarian, upaya menemukan Zunior Azril Ramdhan belum menunjukkan titik terang. Meski demikian, tim gabungan terus berupaya maksimal menyisir aliran sungai.
Korban sebelumnya dilaporkan hanyut saat mandi bersama teman-temannya di pinggiran jembatan Batang Sikabau, Jorong Pasar Lamo, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, sekitar pukul 18.30 WIB, Sabtu (3/1/2026).
Diduga kuat, korban terbawa arus sungai yang saat itu cukup deras. Sejak kejadian tersebut, pencarian langsung dilakukan oleh warga setempat dibantu aparat dan tim penyelamat.
Hingga Senin (5/1/2026), sekitar pukul 18.00 wib, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pasaman Barat bersama Basarnas belum menemukan korban, walau pencaharian di lakukan secara intens.
TRC BPBD Pasaman Barat, Kuria Sakti, mengatakan bahwa pada hari ke tiga pencarian, tim juga belum menemukan korban, walau berbagai upaya telah di lakukan dan telah menelusuri sungai sepanjang 10 km ke hilir sungai.
Ia menjelaskan, sejak hari pertama kejadian hingga malam hari, masyarakat setempat juga ikut berjibaku melakukan pencarian dengan peralatan seadanya.
Namun demikian, hingga saat ini pencarian belum membuahkan hasil. Kondisi sungai yang luas dan arus yang cukup kuat menjadi kendala dalam proses pencarian.
“Kita belum bisa memastikan apakah korban diterkam buaya atau hanyut terbawa arus. Yang jelas, sampai sekarang korban belum ditemukan, Selasa (6/1) sekitar pukul 8.00 Wib pencaharian korban kembali di lanjutkan,” ujar Kuria
Pihak BPBD bersama Basarnas menyatakan akan terus melanjutkan pencarian sesuai prosedur, sembari berharap adanya petunjuk baru yang dapat membantu menemukan korban secepatnya. fat


