
PADANG, INVESTIGASI_Sudah terpikirkan, sudah terbayangkan. Persoalan Sistim Penerimaam Murid Baru (SPMB), menjadi masalah tak kunjung usai setiap tahunnya. Walau berbagai sistim dilakukan, baik zonasi maupun domisili
Memahami persoalan yang bakal terjadi. Jauh jauh hari, Mastilizal Aye, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, sudah mencarikan solusi. Karena, ia memahami penambahan lokal yang dilakukan Pemko Padang selama ini, tak menjawab persoalan yang terjadi
Makanya, Aye panggilan akrab Ketua Askot PSSI Kota Padang, berpikir pembangunan sekolah baru, solusi yang harus dilakukan dalam mengatasi persoalan. Bukan sekedar berpikir, ia terjun langsung kelapangan mencari lokasi yang tepat untuk membangun sekolah baru
Tak Ada Respon OPD
Kerja keras dan langkah cerdas Mastilizal Aye, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Padang ini, berbuah manis. Berkat lobi dan bujukan, ia berhasil mendapat tanah hibah untuk pembangunan sekolah baru. Tanah hibah itu, berlokasi di Lubuk Lanciang
Lokasi yang sangat strategis di Kelurahan Gurun Laweh perbatasan dengan Cubadak Aia. Atau perbatasan Kecamatan Nanggalo dan Kuranji.
Kelebihan lokasi itu, kata Mastilizal Aye, bisa mengatasi blankspot, Kelurahan Lubuk Lintah, Kelurahan Ampang, Kelurahan Kalumbuk, Kelurahan Gurun Laweh, Kelurahan Tabing Banda Gadang dan Kelurahan Alai Timur
“Tapi, perjuangan dan kerja keras, sampai tunggang langgang, tungak tungik mengurus tanah hibah itu, namun tak ada respon dari OPD. Terkesan cuek dan tak mahu tahu. Seakan tak ada keinginan memperjuangkan pembangunan sekolah baru ini,” kata Aye dengan nada kesal
Padahal, katanya saat mengurus tanah hibah itu, ia tidak saja menghabiskan waktu, tenaga, pikiran juga materi. Mulai menghubungi ahli waris, meminta tanda tangan kaum, lurah, camat.” Tapi, perjuangannya seakan tak berarti, OPD slow respon,” kata Aye mengakhiri. Nv


