Lai saayun, indak sagamang
Samo malangkah indak satujuan
Batanyo juo urang sagalanggang
Baa kok kini basimpang jalan
Lai Sarumah balain raso
Balain biduak ndak manyubarang
Dulu sairiangb jo urang tuo
Kini alah tagak surang

Viral, jadi perbincangan banyak urang Menguncang ranah minang. Cando malatuih Gunuang Marapi jo Singgalang. Betapa tidak? Dulu sairiang jalan, kini basimpang jalan. Dulu satu kendaraan, kini beda kendaraan. Tak lagi satu tujuan, cari ‘paruntungan surang surang’
Meski apa dilakukan, sudah sering terjadi dalam percaturan politik di republik ini. Satu rumah beda partai. Ayah dan anak beda kendaraan dan pandangan politik. Tapi, tak begitu menguncang, layaknya terjadi di Ranah Minang. Ribut ‘sanagari’. Menjadi perbincangan setiap hari
Berita menggemparkan, melebihi letusan Gunung Marapi, saat Taufik Rahman Mahyeldi menerima mandat sebagai Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari Ketua Umum Kaesang Pangaren. Ini menimbulkan resonasi luas dikalangan publik dan elit politik di negeri ini. Gagal di PKS menjadi Caleg, dipercaya memimpin DPW PSI Sumbar
Langkah Berani
Mandat DPW PSI yang diterima Taufik Rahmat Mahyeldi, dianggap langkah berani ditengah mengakarnya PKS di Sumbar. Tindakannya, seakan membawa pesan, politik dakwah tak harus ekslusif dan politik progresif. Bahkan, siap menstranfer nilai nilai yang ditanamkan sang ayah.
Berdiri di kaki sendiri, menyeberang, meninggalkan partai yang telah membesarkan sang ayah. Prinsip sepakbola, menjadi acuan baginya melangkah bersama Partai PSI. ‘Lebih baik menjadi pemain inti di klub kecil daripada menjadi pemain cadangan di klub besar. Satu tekat yang dibawa, mengarungi dunia politik.
Ingin membawa Partai PSI, berkibar di Sumbar. Walau disadari, bukan langkah mudah, tetap melangkah, pantang menyerah. Ingin melanjutkan perjuangan ayah, meski berbeda arah. Ia berharap, langkah yang diambil menjadi model baru politik transformatif di Sumbar. Bukan, masalah beda partai, tapi keberanian melangkah.
Tak lagi seayun sagamang, tak lagi sairiang jalan. Lai sapayuang bajauh hati. Lai sarumah balain partai. Kita tunggu saja, kiprahnya berlayar bersama PSI. Mengarungi badai politik, gelombang demokrasi di ranah minang ini. Lebih baik menantang badai, menuju dermaga tenang. Daripada diam tak berbuat apa apa. Kita tunggu saja
Penulis
Novri Investigasi


