
Pasbar, Investigasionline– Bencana longsor yang memutus akses Jalan Trans Aek Nabirong di Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, mendapat perhatian serius dari Owner Pridon Siap Maju, Najjar Lubis, menyatakan kesiapannya membantu penanganan darurat dengan menurunkan lima unit alat berat dan satu unit mesin compactor.
Dikatakan, Langkah cepat tersebut disampaikan Najjar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak langsung akibat terputusnya jalur utama penghubung antarwilayah. Menurutnya, akses jalan tersebut sangat penting bagi mobilitas warga, khususnya untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan.
“Pembukaan akan kita arahkan ke kanan jalan bekas longsor, agar ada bahan penimbun untuk jalan baru,” ujar Najjar Lubis di sela diskusi. Skema ini dinilai efektif untuk mempercepat terbukanya jalur darurat agar dapat segera dilalui.
Berdasarkan hasil peninjauan, longsor di Jalan Trans Aek Nabirong terjadi di empat titik berbeda. Namun demikian, satu titik disebut sebagai yang paling parah karena menyebabkan badan jalan amblas dan tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali.
Najjar menegaskan, apabila perbaikan jalan tersebut tidak segera dilakukan dalam kurun waktu satu bulan, dampaknya akan sangat fatal terhadap perekonomian masyarakat setempat. Aktivitas pertanian dan distribusi hasil tani terancam terhenti total.
“Kalau sampai satu bulan jalan ini tidak diperbaiki, ekonomi masyarakat bisa lumpuh. Kita kasihan melihat masyarakat kita nantinya,” ungkapnya
Diskusi penanganan longsor tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas PU-PR Pasbar, Bambang Sumarsono. Ia bersama Najjar Lubis berdialog langsung di lokasi Wisata Pridon Siap Maju untuk mencari solusi tercepat dan paling memungkinkan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Bidang PSDA Harmen, Kepala Peralatan Andi Marta, serta sejumlah staf teknis di antaranya Darmawan, Yusrizal Bela, Taslim, dan Iqbal Arnas.
Selain itu, perwakilan UPT PU-PR Silaping, Defrizal, juga ikut memberikan masukan teknis terkait pola penanganan longsor agar pekerjaan dapat berjalan efektif dan aman.
Diskusi hangat pun terjadi, mencarikan solusi terbaik. Dalam diskusi, Bambang Sumarsono menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan pihak swasta, khususnya Pridon Siap Maju. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat seperti saat ini.
Menurut Bambang, fokus utama saat ini adalah membuka akses darurat agar kendaraan roda dua dan roda empat terbatas bisa melintas, sembari menunggu penanganan permanen yang membutuhkan kajian teknis lebih mendalam dan anggaran yang memadai, apalagi pasca bencana tanggap darurat masih ada dua hari lagi.
Diskusi tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret dan terukur, sehingga penanganan bencana longsor Jalan Trans Aek Nabirong dapat segera direalisasikan dan aktivitas masyarakat kembali normal dalam waktu sesingkat-singkatnya.fat


