
Bak pepatah minang, dek hujan sahari, hilang paneh satahun. Dek satitiak nila rusak susu sabalango’ Gara gara gagal membawa Timnas U-22 ke semifinal Sea Games 2025 di Bangkok, seakan menghapus jejak sukses yang pernah diraih selama ini. Bahkan, pujian pelatih pertama yang sukses menorehkan tinta emas sepakbola Indonesia, membawa tiga kali Timnas Indonesia Juara, tenggelam dengan kegagalan tersebut.
Pujian itupun berakhir cacian. Berbagai komentar pedas memanaskan kuping, mengiringi kegagalan Indra Syafei, membawa Timnas U-22 melangkah ke babak selanjutnya. Kekalahan atas Phililiina, terasa menyakitkan. Karena, ini kekalahan pertama Timnas atas Phililpina. Bagi Philipina kemenangan ini, memecahkan ‘telor’ yang mengalami tujuh kali kekalahan dan satu kali seri sejak Sea Games 1977
Berstatus sebagai juara bertahan dan diperkuat pemain abroad Ivan Jenner, Maura Ziljstra dan Dion Marks, Timnas U-22 dijagokan mengulang sukses meraih medali emas Sea Games 2023 di Camboja. Satu group dengan Philipina dan Myanmar Timnas U-22 bakal melenggang mulus ke semifinal. Namun, hasil di lapangan tak seindah cerita diatas kertas.
Pada laga perdana Timnas keok ditundukkan Philipina 1-0. Memang belum menutup peluang untuk lolos ke semifinal. Harapan runner up terbaik, terbuka lebar saat Vietnam menghantam Malaysia 2 – 0. Namun, terasa sia sia, sebab pada laga kedua, hanya mampu mengalahkan Myanmar 3 – 1. Malaysia yang dikalahkan Vietnam otomatis maju ke Semifinal.
Meski, nilai sama sama tiga, termasuk Timor Leste, namun Malaysia menang aggreget gol. Timnas U-22, pun harus angkat koper. Kekalahan ini, tidak saja menimbulkan kecewaan pendukung sepakbola Indonesia, tapi juga memalukan. Disaat Timnas senior mulai bangkit dan diperhitungkan di Asia, malah Timnas U -22 jadi ayam sayur di Sea Games 2025 di Thailand. Sudah jatuh tertimpa tangga. Gagal di Sea Games 2025, seakan menghapus jejak sukses Uda Indra Syafri selama ini. Pujian pun berakhir cacian
Jejak Langkah Sukses Uda Indra Syafri.
Uda Indra Syafri pelatih Timnas UU 22 Sea Games 2023 di Camboja, sukses membawa pulang medali emas. Meski berdarah darah, Indra Syafri, mengembalikan medali emas yang sudah 32 tahun tak pernah singgah di Indonesia. Melalui perjuangan berat dan melelahkan, anak asuhannya sukses membenam Thailand dengan skore 5 – 2 melalui babak perpanjangan waktu. Setelah waktu normal berakhit seri 2 – 2
Ini gelar ketiga dipersembahkan Uda Indra Syafri kepada Indonesia. Sebelumnya, Uda Indra Syafri sukses menghantarkan Indonesia Juara Piala AFF U19 tahun 2013. Prestasi itu, berlanjut tahun 2019, Indonesia kembali melabuhkan Piala AFF U 22 ke Bumi Pertiwi. Dan, prestasi luar biasa itu, dituntaskan membawa Indonesia meraih emas sepakbola Sea Games ke 32 yang berlangsung di Camboja.
Prestasi membanggakan Putra Minang asal Pesisir Selatan itu. Tidak saja membawa harum nama bangsa, juga nama Sumbar di kancah sepakbola nasional maupun internasional. Juga sebagai pembuktian pelatih lokal tak kalah kualitas. Buktinya, tiga kali membawa Indonesia juara, kualitas Direktur Teknik PSSI itu, tak diragukan lagi. Luar biasa, terucap dari para pecinta sepakbola di Tanah Air. Sayang, semuanya itu, tenggelam oleh kegagalan di Sea Games 2025 Thailand
Penulis
Novri Investigasi


