
PADANG, INVESTIGASI_Banjir dan longsor meluluhlantakan Kota Padang, menyisakan luka mendalam. Tak ada yang tersisa, semua hanyut terbawa arus sungai.Tempat tinggal, sawah dan ladang, semua rata dengan tanah, bahkan merenggut nyawa.
Kecemasan demi kecemasan menghantui warga, jika hujan turun membasahi bumi. Banjir dan longsor, terus terjadi jika hujan turun. Lokasi sudah bisa dilalui, hancur, tertutup banjir dan longsor lagi
Pasca bencana itu, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS V) pun bergerak cepat. Peduli bencana, mengatasi kecemasan warga, rombongan melihat langsung kondisi dilapangan. Medan berat, berselimut sedimen, rombongan pun menggunakan kendaraan roda dua
Dipimpin langsung Kepala Balai Naryo Widodo, rombongan menantang terik panas. Melintasi lokasi berlumpur, menapak sungai, dilalui melihat kondisi yang terjadi
Sembari mencari solusi untuk melakukan peralihan aliran sungai Batu Busuk. Bahkan, untuk melihat kondisi sungai yang porak porandakan, menggunakan drone
Tujuannya, melihat kerusakan dan kondisi lapangan. Sehingga, bisa mengambil tindakan apa yang akan dilakukan. Namun, gerak cepat pun telah dilakukan dengan membuka jalur sungai tersebut. Dan itu, tengah dilaksanakan di Batu Busuk
Namun, dalam pelaksanaan menghadapi kendala, berupa arus sungai yang cukup deras. Tapi, tak mengurangi semangat dan berkomitmen menyelesaikan pekerjaan
Itupun dilakukan secara terarah dan efektif, sehingga fungsi sungai kembali normal. Sehingga, memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan keberlanjutan aktifitas
Tak kalah pentingnya, memperkuat koordinasi teknis serta memastikan setiap tahapan. Pekerjaan berjalan sesuai rencana. Dan, penanganan mengurangi resiko bencana hidrologi.
Harapan itupun disambut antusias warga yang terdampak bencana banjir dan longsor. Tertitip harapan dengan adanya gerak cepat BWSS V ini, setidaknya meringankan derita. Apalagi, akan terjadi lagi banjir dan longsor susulan. Trauma yang menghantui warga. Nv


