
Catatan Ringan : Richard, Akb
Lain lubuk, lain ikannya. Beda negara beda pula gaya kepemimpinannya.
Beratus tahun lalu memang gaya kepemimpinan selalu berbeda, tergantung dengan bentuk negaranya. Dan sesuai aturan/ ketentuan yang dibuat di suatu negara
Bila negara kerajaan selaku mendengarkan titah raja. Titah raja tidak boleh disanggah. Apa kata raja itulah, yang dilaksanakan, yang lebih dikenal dengan sistem monargi .
Ada juga negara komunis yang selalu mengedepankan apa mau pimpinannya, tidak boleh disanggah atau sesuai suara partai berkuasa. Atau yang lebih dikenal dengan style komunis.
Ada juga negara Republik, yang menganut sistem kepemimpinan demokratis, yang mengedepankan suara rakyat.
Di sejumlah negara juga ada gaya kepemimpinan militer , mirip mirip gaya kepemimpinan komunis, yang harus mendengarkan suara pimpinan tertinggi. Bila kata pimpinan tertinggi A, maka sampai ke bawah atau akar rumput harus dilaksanakan A. Tidak boleh menyimpang.
Ada juga di suatu negara mengkombinasikan sistem kepemimpinan gaya demokratis dan komunis/ militer.
Bagaimana dengan gaya kepemimpinan otoriter ?.
Cuma istilah yang berbeda, gaya kepemimpinan ini mirip mirip gaya kepemimpinan sistem komunis dan militer. Harus melaksanakan perintah/ kebijakan pimpinan tertinggi, tak boleh dibantah.
Semua gaya kepemimpinan itu dianut oleh sejumlah negara di dunia. Yang didasari oleh undang undang di negara tersebut.
Dari perjalanan kehidupan berbagai gaya kepemimpinan tersebut, memang terdapat plus/ minus.
Tetap memiliki kekurangan dan kelebihannya.
Kalau kepemimpinan full demokratis. Kelemahannya pimpinan/ kepala negara selalu terkendala untuk melaksanakan program dan kebijakannya, karena harus meminta terlebih seluruh suara rakyat. Kalau rakyatnya jutaan tentu memakan waktu cukup lama dan pendapat pasti berbeda beda, dan sulit mencari kesepakatan/ satu suara.
Kelemahan kepemimpinan gaya militer atau komunis adalah, semua yang akan dilaksanakan sesuai perintah/ keputusan pimpinan tertinggi , tidak ada diskusi diskusian, atau meminta suara/ persetujuan rakyat.
Kendalanya, Apa yang diputuskan pimpinan tertinggi belum tentu sesuai dengan maunya rakyat.
Tetapi positifnya pengambilan keputusan lebih cepat dan, cepat pula dilaksanakan, meskipun ada beda pendapat di tengah tengah warga.
Kalau sistem kepemimpinan menggabungkan gaya demokratis dengan sistem lain, seperti militer atau komunis.
Ini termasuk salah satu sistem kepemimpinan yang banyak dilaksana di sejumlah negara negara, Republik.
Bagi negara yang menganut sistem kepemimpinan mengkombinasikan sistem demokratis dengan sistem militer atau komunis.
Keputusan yang diambil tetap dengan suara terbanyak, dilaksanakan secara menyeluruh dimasyarakat dengan tetap memperhatikan efeknya atau dievaluasi.
Sesuai yang dirasakan dan dilihat selama ini, atau ” alam takambang jadi guru”, yang memakai sistem kepemimpinan full demokratis di suatu negara sangat minim. Karena semua program dan kebijakan harus minta persetujuan rakyat (100 persen ?).
.Mengambil keputusan gaya demokratis tersebut terasa memakan waktu dan mungkin saja program yang akan dilaksanakan selalu terkendala.dan .menyamakan pendapat dengan ratusan ribu atau jutaan rakyat mungkin sulit.
Meskipun berbagai gaya kepemimpinan tersebut, masing-masing mempunyai plus minus .
Tetapi suara rakyat tetap didengar sesuai forsinya.
Khusus bagi negara negara yang menganut sistem kepemimpinan demokratis kombinasi dengan sistem militer, tentu tetap mendengar suara rakyat, setidaknya apa yang akan dilaksanakan sesuai suara terbanyak terhadap suatu program/ kebijakan yang dilaksanakan. Apalagi bagi negara negara yang menganut sistem perwakilan atau parlemen.
Musyawarah mufakat bersama parlemen sesuai aturan dianut suatu negara.
Melaksanakan Sistem kepemimpinan demokratis penuh hampir tidak dirasakan diberbagai belahan dunia ??.
Sebaiknya, meskipun hampir tidak terlihat kepemimpinan fuul gaya demokratis, setidaknya suara rakyat yang terbanyak tetap didengar/ diperhatikan , terutama hal hal yang prinsip atau sangat penting/ urgen.
Demi kemajuan suatu negara,,, Semoga


