
SIJUNJUNG, INVESTIGASI_ Pemandangan tak mengenakan terlihat saat melintasi ruas jalan Tanjung Bonai Aur menuju Tamparungo. Kenapa tidak, proyek dikerjakan PT Hakaston, masih hitungan bulan sudah rusak dan mengelupas. Wajar saja, proyek tahun anggaran 2025 dengan nilai kontrak 2 milyar lebih sumber dana APBD kabupaten Sijunjung 2025, diprotes warga, karena baru saja selesai, tak lagi memberi kenyamanan pengendara
Kok bisa terjadi? Pertanyaan inipun bergayut dipikiran. Namun,
setelah tim Investigasi Sijunjung mengkonfirmasikan kepada Kepala Dinas Ibuk Dainis Suryani, ST, MT, terungkap persoalan. Katanya, saat ditemui di kantornya, ia mengatakan, terkait mutu dalam masa pelaksanaan kita telah melakukan pemeriksaan ke laboratorium balai jalan Kementerian PU di Padang. Bahkan, kegiatan ini sudah dilakukan pemeriksaan oleh Tim BPK RI
“Pekerjaan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan. Dan, kami dari pihak dinas PUPR selalu memperhatikan mutu pekerjaan rekanan. Termasuk, menekankan kepada rekanan agar mutu pekerjaan betul-betul diperhatikan. Itu, kami tekankan kepada seluruh rekanan tampa pandang bulu,” ungkapnya.
Sementara pekerjaan yang dikerjakan oleh PT Hakaston ini, lanjutnya telah diperbaiki. Kata bijak pun meluncur, perlu kita sadari bahwa setiap pekerjaan tidak akan ada yang sempurna. Dan, kita berharap kepada kita semua agar selalu mengawasi dan selalu mengingatkan kalau ada kejanggalan dalam suatu pekerjaan.
Sementara masyarakat setempat yang tidak ingin disebutkan namanya membenarkan, kalau pekerjaan tersebut telah diperbaiki oleh pihak PT pelaksana.
“Kami juga berharap jalan yang dibangun melalui uang pajak dari masyarakat ini bisa bertahan lama dan bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama,”
Penulis Ilham


