
Rang Muaro ndak manyubarang
Manyubarang badayuang sampan
Batanyo juo urang di galanggang
Apo bana lelang jabatan
Gunuang Padang di Muaro
Batapi jurang bajalan terjal
Kalau didanga arti sabananyo
Mancari urang nan profesional
Bukik Gado gado babateh tabiang
Jalan di lalui sabana rawan
Tandanga juo suaro miring
Untuk mancari pandampiang jagoan
Dilihat dari tujuan dilakukan lelang jabatan, sangat bagus. Sebab, tujuannya adalah promosi terbuka dan kompetitif di kalangan Aparat Sipil Negara (ASN) Secara harfiah, sistim mekanisme yang dilakukan dalam mengimplementasikan pengangkatan ASN dalam suatu jabatan struktural yang dilakukan berdasarkan prinsip profesional
Ini sejalan dengan UU ASN Pasal 1 angka 22. Lelang jabatan merupakan kebijakan dan manajemen ASN yang didasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar, tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur atau kondisi kecacatan.
Diperkuat Pasal 108, dilakukan secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS dengan memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan latihan, rekam jejak jabatan dan integritas serta persyaratan yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan
Intinya, lelang jabatan, akan memperkecil peluang Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Sebab, lelang jabatan dilakukan secara transparan, sehingga mencegah terjadinya politisasi birokrasi atau sikap pemimpin pejabat berdasarkan kesubjektifan dalam memilih orang orang yang tepat (The Right Man The Right Place)
Bukan Untuk Pendamping Jagoan
Kadang apa yang dilakukan tak sesuai tujuan. Apa yang dikatakan tak sesuai harapan. Bak buah semangka berdaun sirih. Tujuan begitu, dilakukan begini. Selaras dengan lelang jabatan, tujuan mulia, tapi pelaksanaannya tak sesuai aturan. Ya, sepertinya ada dusta diantara kita
Kadang kadang, bak suara sumbang, terkadang lelang jabatan, hanya formalitas untuk mencari pendamping jagoan saja. Bisa jadi, ada titipan orang dalam atau tim sukses. Biar terlihat bersih, fair dan transparan, dicarilah pendamping, seakan ada persaingan
Diakui, isu ini sering terjadi. Dan, tak bisa dipungkiri itu kadang terjadi. Lelang sebagai formalitas untuk melegitimasi calon yang sudah ditentukan sebelumnya oleh pimpinan. Atau bahasa kerennya nepotisme terselubung. Sudah menjadi kecurigaan banyak orang.
Lelang jabatan seremonial tanpa substansi untuk menempatkan orang orang yang loyal dibanding yang kompeten dan profesional. Tanda tanya bergayutan dihati, apakah lelang jabatan di Pemko Padang, juga seperti ini. Ya, walau tak pasti, tapi tak tertutup kemungkinan bisa terjadi. Kita lihat saja, siapa jagoan yang akan menduduki jabatan
Penulis
Novri Investigasi


