
Kekalahan atas tuan rumah Persis Solo 2-1, langkah Semen Padang, makin berat bertahan di Super League BRI. Kekalahan di Stadion Manahan Solo, Minggu (12/4) pada pekan ke – 27 itu, Kabau Sirah tak beranjak dari posisi 17 dengan point 20, satu tingkat diatas PSBS Biak penghuni dasar klasemen
Beda nasib dengan Persis Solo, kemenangan atas Semen Padang FC, membawa Laskar Sambernyawa itu, keluar dari zona degrasi. Dengan 24 poin dari 20 laga dijalani, Persis Solo naik ke posisi 15 menggusur Madura United. Sementara, Madura United, menemani PSBS Biak dan Semen Padang di zona degradasi
Seperti Liga 1 BRI musim 2024-2025, Semen Padang FC, juga berada di ujung tanduk di penghujung kompetisi. Melalui perjuangan berat dan dramatis Semen Padang FC, bertahan di kompetisi teratas nasional. Penyakit lama terulang lagi. Namun pertanyaan bergayut dihati pecinta sepakbola di Ranah Minang, apakah musim 2025 – 2026 ini, masih bisa bertahan?
Entah, apa yang salah. Begitu berat Semen Padang FC melangkah. Cuci gudang sudah, ganti pelatih sudah, ganti manajemen sudah. Kok, terus kalah. Setipis apapun peluang, masih ada waktu berbenah. Maksimalkan sisa laga, jika ingin bertahan dikasta tertinggi sepakbola nasional
Seperti tahun lalu, bujukan bonus dipenghujung kompetisi menyelamatkan Semen Padang FC dari jurang degradasi. Ini bisa menjadi solusi, menambah motivasi. Misi menyelamatkan Semen Padang FC dari jurang degradasi, wajib dilakukan. Kalau ingin ikut kompetisi Liga 1 musim depan
Tangih Disalo Galak
Semen Padang FC, wajib bertahan di Liga 1 musim 2025 – 2026 ini. Bukan tanpa alasan, Pemerintah pusat, melalui perjuangan Andre Rosiade, sudah menganggarkan Rp400 miliar untuk perombakan Stadion GOR H. Agus Salim. Stadion lama dibongkar, dibuat stadion baru bertaraf internasional dengan daya tampung 35 ribu penonton
Artinya, jika Semen Padang FC gagal bertahan di Super League, stadion GOR H. Agus Salim yang baru dan megah itu, terkesan hampa belaka. Karena, tak bisa menampilkan tim teratas sepakbola nasional berlaga di stadion kebanggaan urang awak itu.
Kalaupun digunakan, hanya menampilkan klub liga 2 sebagai markas Semen Padang FC berjuang merangkak ke Liga teratas lagi. Pecinta sepakbola Ranah Minang berharap, Semen Padang FC bertahan di Liga 1. Sehingga, mereka bisa menyaksikan tim kesayangan berlaga di stadion baru, menghadapi tim hebat di Liga 1.
Bukan di Liga 2, hanya menghadapi tim kelas 2. Untuk apa stadion baru, tapi tak digunakan untuk Liga 1. Stadion bertaraf internasional, tim bertarung bertaraf lokal. Ya, ‘galak disalo tangih’ itu yang terjadi. Galak stadion disulap baru. Tangih, tim kesayangan takut tak ikut bertarung di Liga 1 di stadion baru
Penulis
Novri Investigasi



Terlalu manja dengan kenyamanan Fasiltas yang di sediakan, sehingga tidak ada rasa mati di lapangan