
Catatan Ringan : Richard, Akb
Sepertinya, dimasa zaman orde baru (era Soeharto) untuk mendapatkan suatu penghargaan sangat ketat dan selektif sekali, alias tidak asal diberikan.
Penghargaan tersebut diberikan kepada seseorang atau kelompok tidak asal diberikan, tetapi sang penerima telah melalui penilaian yang sangat ketat oleh tim, yang dibuktikan dengan prestasi nyata.dan teruji.
Misalnya penerima penghargaan kalpataru terhadap suatu bidang, harus dibuktikan dengan karya nyata, misalnya di sektor pertanian/ kehutanan dan sebagainya.
Mereka telah berjasa mengolah lahan kosong puluhan, bahkan ratusan hektar menjadi lahan produktif yang bisa dinikmati oleh masyarakat banyak. Seperti membuka lapangan pekerjaan dan menghasilkan sesuatu yang sangat luar biasa.
Begitu juga penghargaan kepada generasi muda tidak asal diberikan, tetapi sang penerima telah menunjukkan prestasi yang luar biasa dalam membina generasi muda dan pengabdian yang luar biasa di tengah tengah masyarakat terhadap sesuatu bidang/ sektor.
Di sektor lainnya, irigasi, kehutanan, pembagunan, peran wanita, K3, pemerintahan dan bidang bidang lainnya. Pokoknya para penerima telah melalui seleksi yang ketat dan karyanya berdampak positif bagi masyarakat. Sekaligus menjadi percontohan bagi masyarakat untuk mengembangkan sesuatu yang bermanfaat ekonomis dan lainnya.
Di sektor pemerintahan. Kepala daerah yang mendapat penghargaan tersebut betul betul menunjukkan prestasi luar biasa bertahun tahun
Misalnya mereka berhasil membagun daerah tertinggal menjadi daerah maju,
Yang dulunya sesuatu desa/ wilayah tidak dilewati kendaraan, apalagi listrik.
Berkat tangan dingin sang kepala daerah, wilayah tersebut menjadi daerah terbuka dan terang benderang dengan listrik dan ekonomi masyarakat semakin membaik.
Misalnya Propinsi Sumbar semasa ditangan. Gubernur Hasan Basri Durin atau Azwar Anas ??, mendapat penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat berupa Petaka Wahana Tata Nugraha dibidang pembagunan, kalau Ndak salah.
Penghargaan ini menunjukkan betapa hebatnya sang gubernur bersama masyarakat. membangun daerahnya menjadi maju sejajar dengan daerah di pulau Jawa waktu itu. Kerja kerasnya bertahun tahun, bukan sekejab.
Begitu pula penghargaan dibidang lain, betul betul bisa dilihat nyata dan dirasakan masyarakat banyak terlebih dahulu, dan sudah teruji.
Misalnya di sektor kebersihan, ya betul betul bersih / bebas sampah dari pelosok sampai pusat kota, dengan mekanisme pengolahan sampah/ kerjanya yang jelas dan didukung masyarakat, tidak omong omong belaka, barulah diberikan enghargaan daerah tersebut oleh pemerintah pusat.
Begitulah sekelumit pemberian penghargaan dimasa lalu sangat selektif, ketat dan sesuai yang dilihat dan dirasakan masyarakat, tidak instan atau tidak diberikan tiba tiba.
Sekarang begitu mudah seseorang mendapatkan penghargaan, apakah mereka birokrat atau perorangan, termasuk yang diberikan oleh pihak-pihak diluar pemerintahan.
Semoga yang mendapat penghargaan tersebut betul betul orang orang atau pihak pihak yang telah berprestasi nyata, yang cemerlang dan gemilang dibidangnya.masing masing ,serta dirasakan sepak terjangnya oleh masyarakat,
tidak instan dan tidak diberikan tiba tiba karena faktor eks.
Boleh saja “Gila Penghargaan”, tetapi harus sesuai prestasi nyata dari yang bersangkutan/ penerima.
Masyarakat kini pola berfikirnya semakin dewasa dan sangat cerdas, bisa menilai sendiri
Untuk apa dapat penghargaan, bahkan seribuan penghargaan kalau dampaknya tidak dirasakan masyarakat.
Yang penting sang penerimanya, harus betul betul berprestasi dan berprestasi yang riil.
Tidak instan atau karena ada ;”udang dibalik batu.
” Semoga.berprestasi riil terus, baik perorangan, kelompok maupun KDH sesuai era sekarang, IT.


