
PADANG, INVESTIGASI_Serasa menyesakkan dada, mendengar kabar berita, terkait sepakbola. Kenapa tidak! Perjuangan selama ini, terasa sia sia. Hanya meninggalkan duka dan impian terkubur untuk terbang lebih tinggi.
Surat dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), bernomor : 2241/PDG/204/V/2026, prihal Edaran V Putaran Nasional Piala Presiden Tahun 2025 – 2026, seakan sebuah kemunduran.
Kenapa tidak disebutkan kuota peserta yang lolos dari Provinsi Sumatera Barat ke Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026, adalah sebagai berikut, PSP Padang..
Artinya, surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, SE, PSPP Padang sebagai runner up Liga 4 PSSI Sumbar, tidak diikutsertakan ke Liga 4 Nasional.
Menyedihkan, PSPP Padang Panjang langgaran ikut Liga 4 Nasional bersama Josal FC dua musim berturut turut 2023-2024- 2024-2025. Dan musim 2025 – 2026, harus menguburkan impian. Sebagai runner up, tak ada lagi jatah atau tiket ke Liga 4 Nasional
Ya, pupuslah sudah. Sebuah langkah mundur. PSSI Sumatera Barat, langganan mendapatkan kouta 2 tim di Liga 4 Nasional, sekarang terjadi pengurangan. Hanya 1 tim ikut Liga 4 Nasional.
Hanya PSP Padang ikut Liga 4 Nasional sebagai juara Liga 4 PSSI Sumbar. Sementara, PSPP Padang Panjang sebagai runner-up harus menguburkan impian.
Menuai Sorotan
Inipun menuai sorotan, mantan Ketua Pelaksana Operator Kompetisi Liga 4 PSSI Sumatera Barat Yulius Dede. Katanya, ia sangat prihatin, melihat kondisi yang menerpa PSSI Sumatera Barat
“Kita sudah lihat surat dari PSSI Pusat. Sumatera Barat, hanya mendapatkan kouta 1 tim untuk putaran babak nasional Liga 4 Piala
Presiden. Tentu, ini sangat di sayangkan. Bahkan tamparan keras bagi Sumatera Barat yang selama ini mendapatkan kouta 2 tim untuk putaran Liga 4 Nasional,” katanya.
Ia belum tahu apa alasan PSSI Pusat mengurangi kouta PSSI Sumatera Barat. Diharapkan, pihak berwenang untuk menanyakan alasan PSSI Pusat. “Mungkin ini baru pertama kali dalam sejarah sepakbola Sumatera Barat. Liga 3 dan 4 PSSI Sumatera Barat, hanya mendapa kouta 1 tim,” ulasnya
Yulius Dede, saat ini menjadi CEO turnamen di Riau diikuti 64 tim dari segala penjuru Provinsi Riau Daratan, memiliki jam terbang tinggi, menjadi ketua pelaksana. Baik iven resmi maupun skala nasional. Ia sukses menyelenggarakan berbagai kejuaraan sepak bola kelompok usia. Saat ini, ia masih fokus sebagai ketua penyelenggara berbagai turanamen di Riau.
Penulis
Herman Jetar
Editor Novri Investigasi


