
TANAHDATAR, INVESTIGASI_Meski bekerja jauh dari keramaian, namun tak mengurangi tekat dan semangat pekerja, mematuhi aturan. Menyadari bekerja dilingkaran material besi, mereka pun waspada dan hati hati. Jika lengah, kecelakaan kerja menciderai diri
Bak pasukan oranye, pekerja pekerjaan Jembatan Lubuk Pauh, Nagari Lubuk Jantan, Kecamatan Lintah Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, bekerja saling bahu membahu. Mereka menyadari, bekerja ditengah rawan kecelakaan, perlu koordinasi yang baik. Sebab material besi mendominasi pekerjaan.
Kekompakan bukan saja, terlihat pada pekerja PT. Alco Sejahtera Abadi, perusahaan masih satu group dengan PT. Rimbo Paraduan dibawah pimpinan Suryadi Halim. Tekat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan mutu, juga tertanam dihati. Meski beragam persoalan ditemukan di lapangan
Diakui, lokasi dan pekerjaan yang rawan kecelakaan, proyek senilai Rp24.390.098.000, milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar itu, progres sesuai harapan. Cuaca ekstrem, hujan, dapat disikapi profesional.
Pengawasan yang ketat, baik dari pihak PPK, KA Satker maupun konsultan, seragam APD tak lepas dari badan. Seperti helm proyek, sepatu safety, rompi reflektif, sarung tangan, kacamata pelindung dan masker, melekat setia menemani setiap bergerak melakukan pekerjaan
UU Nomor 1 Tahun 1970, Tentang Keselamatan Kerja, UU Nomor 2 Tahun 2017, Tentang Jasa Konstruksi dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan, terkait K3, menjadi pegangan kuat rekanan. Sebab, aturan itu, mewajibkan perusahaan dan pekerja untuk mematuhi standar keselamatan kerja, termasuk penggunaan APD sesuai jenis pekerjaan dan tingkat resiko
Apalagi lingkungan pekerjaan jembatan itu, memiliki resiko yang tinggi. Seperti kejatuhan material, terpeleset, tertusuk benda tajam dan resiko lainnya. Helm proyek, sepatu safety, rompi reflektif, sarung tangan, kacamata pelindung dan masker, langkah tepat mengatasi resiko yang terjadi
Diyakini, proyek bernomor kontrak 28/PKK/SK-PJN-86-03-23.1.1/XII/2025 dengan masa pelaksanaan 300 hari kalender, nilai kontrak Rp24.390.098.000, kecelakaan kerja diminalisir, sementara progres pekerjaan dipercepat. Pasukan oranye itu, tak mengenal lelah, penuh rasa tanggungjawab bekerja dilapangan. Intinya, pekerjaan selesai tepat waktu dan mutu, keselamatan kerja terjamin, hingga akhir pekerjaan.
Penulis Novri
Investigasi


