
Jubilih bana nan basarang di Dado
Di mato buto dihati mati
Antah sia nan punyo karajo
Porno aksi beraksi kembali
Cando nagari indak batuan
Alah babuek sakahandak hati
Lah hilang malu penyanyi saweran
Bapakaian seksi di galanggang rami
Rusak nagari Jo kampung halaman
Raso pareso nan lah hilang
Dek ulah penyanyi saweran
Rusak citra artis minang
Sempat mengebohkan, bahkan viral di berbagai media sosial. Porno aksi bertajuk penyanyi saweran, menghiasi berbagai acara di negeri ini. Pesta pernikahan, ulang tahun dan acara hiburannya lain, terasa hambar, tanpa penyanyi saweran.
Belum habis, rasa kecewa, mencuatnya Gurun Laweh menyala, sekarang kembali terjadi, tepatnya di Rimbo Tarok, Kecamatan Kuranji. Padahal, sudah dibahas Komisi 1 DPRD Kota Padang. Penulis pun ikut dalam pembahasan itu. Disimpulkan, akan memperketat pengawasan, namun pembahasan menjadi cerita dan hilang ditengah jalan. Bukan memberi efe jera, bahkan makin merajalela
Hiburan Berganti Porno Aksi
Namun, sayang dan sangat disayangkan. Hiburan yang diharapkan, berubah menjadi ajang pornografi dan porno aksi. Bukan lagi, suara merdu penyanyi minang, tapi goyangan seksi, berpakaian seadanya hadir dipanggung hiburan
Bahkan, kegiatan merusak moral dan citra artis Minang ini, viral dimedia sosial. Mengebohkan netizen, apalagi acara hiburan berkaitan, acara hiburan, ulang tahun. Awalnya, berjalan nomor, namun berangsur malam, panggung disulap menjadi arena maksiat yang dipertontonkan di khalayak ramai
Porno aksi dan berpakaian seksi, menyertai penampilan artis saweran diatas panggung. Ditonton ribuan mata, anak anak tak berdosa. Menyedihkan.
Sebuah pelecehan profesi penyanyi dinodai oknum penyanyi orgen tunggal yang memanfaatkan tubuh dan goyang untuk mendapatkan saweran. Tak perduli harga diri dan apa yang dilakukan merusak, citra artis Minang
Bahkan, tak perduli, sebagai perempuan merusak kehormatan perempuan lain. Demi uang semuanya digadaikan diatas panggung. Suara tak lagi modal utama, goyangan dan genitnya tubuh dipertontonkan
Pelecehan profesi penyanyi, selama ini sudah mengebohkan. Bahkan, di Kota Padang sempat viral, porno aksi penyanyi saweran orgen tunggal di pesta pernikahan. Dan, kembali terjadi di beberapa daerah Sumbar
Viral di media sosial, penyanyi saweran orgen tunggal tak lagi menjaga tata krama. Mereka hanyut dalam pelukan dan goyangan penonton. Hanya demi sebuah saweran, tak perduli pakaian seksi dan goyangan penuh birahi, merusak harga diri
Gaya seronok itu, menjadi sorotan penonton dan netizen. Poto aksi penyanyi orgen saweran, terlihat vulgar didinding medsos netizen. Cacian dan makian mengiringi poto penyanyi orgen itu.
Berpakaian seksi, bergoyang seronok, dipeluk penonton.Menyelipkan uang saweran dilokasi sensitif sangat memalukan. Serendah itukah, harga diri penyanyi orgen saweran
Bebas Tanpa Adanya Pencegahan
Beberapa kasus terjadi di beberapa daerah baru baru ini, sangat memilukan. Goyangan penyanyi orgen, pelukan penonton dan menyelipkan uang saweran ditonton khalayak ramai. Tak ada lagi harga diri, semuanya hanyut dalam kesenangan sesaat.
Anak kemenakan tak dihiraukan, saat pelukan dan goyangan birahi dipertontonkan di gelanggang rami. Siapa yang disalahkan? Entahlah, begitu buruknya mental penyanyi saweran.
Bahkan, oknum aparat dan penegak perda larut dalam permainan. Mereka terbawa ingar bingar musik dan goyangan penyanyi saweran. Sebegitu burukkah moral oknum di negeri kita ini
Pekerjaan Rumah Seniman Minang
Sekarang, ini menjadi pekerjaan rumah bagi seniman minang. Harga diri ternoda oleh penyanyi saweran. Satu yang berbuat, semua kita kena imbas. Ini harus diluruskan.
Terutama seniman minang harus bergerak cepat. Rapatkan barisan untuk memberangus penyanyi saweran. Koordinasi dengan berbagai pihak pengambil kebijakan perlu dilakukan.
Penyanyi saweran merusak profesi dan negeri ini, harus ditertibkan. Siapa lagi yang mengangkat harga diri profesi, kalau tidak kita sendiri. Untuk penyanyi saweran, jangan manfaatkan panggung dan goyangan untuk cari uang dengan mempertontonkan aurat dikeramaian
Kalau ingin juga, ada tempat di kafe berkedok karaoke. Bisa bebas berbuat apa saja dengan tamu ditempat tertutup. Disana, bisa berbuat sekehendak hati, bukan dipanggung terbuka, ditonton khalayak rama. Apalagi, disaksikan juga anak dibawah umur
Tiga Tungku Sajarangan Dilecehkan
Ninik mamak, alim ulama dan pemerintah, ternodai oleh penyanyi orgen saweran ini. Apalagi dilakukan ditempat terbuka dinonton banyak orang. Sangat memalukan
Padahal, Minangkabau berpegung teguh pada Adat Basandi Syara, Syara Bersandi Kitabullah. Dan, ini perlu menjadi perhatian kita semua
Sebenarnya, ini bisa tidak terjadi jika pemuda dan tokoh masyarakat melarang pertunjukkan porno aksi itu. Apalagi, dilakukan pada pasca lebaran maupun pesta pernikahan. Sebab, telah mencoreng muka pemuda, ninikmamak dan tokoh masyarakat setempat.
Seharusnya, Tigo Tungku Sajarang berperan aktif mencegah pertunjukkan liar itu. Pemerintah daerah, mulai RT, RW, Kepala Desa, Lurah lebih tegas mengawasi terjadinya peristiwa memilukan dan memalukan ini
Begitu juga Sat Pol PP dan dubalang sebagai penegak perda dan paga nagari, melarang dan membubarkan jika ada pertunjukkan artis orgen saweran. Kalau tidak siapa lagi yang memberantas artis saweran yang merusak citra Minang ini
Penulis
Novri Investigasi
Mantan Sekjen DPP Seniman Minang Indonesia


