
Tak bisa dipungkiri, ada persoalan menarik, saat memasuki akhir tahun pada pekerjaan proyek. Baik proyek menggunakan dana APBD maupun APBN. Pasalnya, pekerjaan tahun jamak harus selesai akhir tahun. Sesuai dengan kontrak yang ditandatangani.
Itupun, kondisi atau progresnya mencapai 100 %. Kalau tidak, akan dilanjutkan tambahan waktu dan denda permil. Setelah selesai 100, baru bisa diajukan PHO (Provisional Head Over).
Nah, disini sering terjadi permainan, pekerjaan belum selesai sesuai kontrak dilakukan, rekayasa PHO. Misalnya, pekerjaan memasuki finishing atau mutu belum sesuai, tetap di PHO. Sementara, untuk melanjutkan pekerjaan yang tersisa itu, dibuat catatan.
Sehingga, bisa dimasukkan dalam masa pemeliharaan. Padahal, finishing, kekurangan pekerjaan dan mutu tak tercapai, bagian dari kontrak kerja.
Dilihat dari pengertian finishing, upaya untuk menghaluskan dengan menambah beberapa aksesoris, sehingga pekerjaan semakin indah sesuai kontrak. Artinya, menutupi, melapisi dan memperindah bangunan atau konstruksi tersebut.
Intinya, masih bagian dari pekerjaan yang tertuang dalam kontrak untuk mencapai progres 100%. Kesimpulannya, finishing dilaksanakan setelah semua proses struktur selesai dilakukan. Atau proses paling akhir dari seluruh rangkaian pembuatan bangunan
Sedangkan, masa pemeliharaan, jangka waktu melaksanakan kewajiban pemeliharaan oleh penyedia, terhitung sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan tanggal penyerahan akhir. Itupun ada jaminan pemeliharaan konstruksi atau jasa lainnya yang membutuhkan masa pemeliharaan.
Dalam hal ini penyedia menerima uang retensi pada serah terima pekerjaan pertama atau PHO. Intinya, ada tinggal anggaran 5 %, saat masa pemeliharaan.
Begitu juga PHO, serah terima dari penyedia jasa kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), berdasarkan Perpres dan Perubahannya serah terima kepada PA/KPA (pasal 58).
Sementara, ruang lingkup PHO mencakup mutu, administrasi visual dan kuantitas. Di PHO itu, pekerjaan sesuai kontrak atau selesai 100%, itupun mutu dan kuantitas terjaga.
Lalu, apa yang terjadi, pekerjaan yang terbengkalai, baik mutu dan finishing, tetap dilakukan PHO. Modusnya, PPK dan tim, tetap melakukan PHO dan pekerjaan dianggap selesai 100%. Untuk kekurangn dibuat catatan oleh PPK kepada rekanan. Tujuannya, agar bisa di PHO, dana cair dan tak perlu tambahan waktu pekerjaan.
Sementara, kurangnya mutu, pekerjaan terbengkalai dan finishing itu, tetap dilanjutkan. Bukan untuk tambahan waktu atau denda permil. Tapi, dilanjutkan untuk masa pemeliharaan. Disini, ada permainan antara PPK, panitia PHO dan rekanan.
Dan, terkesan mengabaikan, makna dari PHO itu, sendiri. Mencakup mutu dan kuantitas pekerjaan. Sebab, direkayasa, dialihkan dengan catatan untuk masa pemeliharaan.
Penulis
Novri Investigasi



Saya setuju bahwa penting untuk memastikan pekerjaan tersebut benar-benar selesai 100% dan bukan sekadar formalitas untuk mencairkan anggaran. Ini bisa menjadi langkah positif untuk akuntabilitas. Spec Reference
Sebagai pembaca, saya sangat menghargai penekanan bahwa PHO tidak boleh menjadi alat untuk sekadar mencairkan anggaran. Melaksanakan pekerjaan dengan integritas adalah langkah krusial untuk pembangunan yang berkelanjutan. Semoga ini menjadi contoh yang diikuti di masa depan. Dreamlux
Penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan PHO berdasar pada bukti fisik pekerjaan yang telah selesai sepenuhnya. Ini bukan hanya soal adminstrasi atau mencairkan anggaran semata, tapi lebih kepada prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hal ini bisa membangun kepercayaan publik terhadap proses pemerintahan dan proyek pembangunan. Mari kita advokasi untuk praktik yang baik ini ke depan. EmojiMaker
Saya setuju dengan penjelasan bahwa PHO seharusnya mencerminkan progres pekerjaan yang nyata, bukan sekadar alat untuk mencairkan anggaran. Hal ini sangat krusial agar keberlangsungan proyek dapat terjamin dan hasilnya bermanfaat bagi masyarakat. Diharapkan semua pihak dapat berkomitmen pada prinsip ini. Play Hop Earth
Saya sangat mendukung pernyataan bahwa PHO seharusnya mencerminkan kondisi pekerjaan yang sesungguhnya, bukan hanya menjadi alat untuk mencairkan anggaran. Integritas dalam pelaporan pekerjaan adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan manfaat jangka panjang dari proyek yang dilaksanakan. Mari kita jaga transparansi dalam setiap tahapan pembangunan. KcalMath
Saya setuju bahwa penggunaan PHO seharusnya tidak hanya berfokus pada pencairan anggaran, tetapi juga pada penyelesaian pekerjaan yang sebenar-benarnya. Ini sangat penting untuk memastikan penggunaan sumber daya yang efisien dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kesadaran akan prinsip ini dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik. ColoringLoft
Sangat penting bahwa PHO mencerminkan pekerjaan yang benar-benar selesai dan bukan sekadar trik untuk menarik dana. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap transparansi dan tanggung jawab. Jika semua pihak mengikuti prinsip ini, dampak positif bagi masyarakat akan lebih nyata. StubMath
Saya menghargai penekanan bahwa PHO seharusnya mencerminkan hasil kerja yang sesungguhnya dan bukan hanya langkah untuk mencairkan anggaran. Keberanian untuk menekankan integritas dalam pelaksanaan pekerjaan sangat penting dalam membangun kepercayaan publik. Diharapkan ini menjadi pola yang diikuti dalam proyek-proyek selanjutnya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. PDFTranslate
Penting untuk memahami bahwa PHO harus mencerminkan penyelesaian pekerjaan yang sesungguhnya. Dengan menegaskan bahwa ini bukan rekayasa untuk mencairkan anggaran, kita dapat menjaga integritas proyek. Harapannya, semua pihak bisa berkomitmen menjaga transparansi demi pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan. Ini menjadi tantangan bagi kita semua. KunoSnip ChartStitch
Saya sangat setuju dengan pernyataan bahwa PHO seharusnya mencerminkan pekerjaan yang telah selesai 100% tanpa rekayasa untuk mencairkan anggaran. Penegasan ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap proyek-proyek pemerintah. Mari kita kedepankan akuntabilitas dan transparansi agar hasil pekerjaan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Harapan ini semoga menjadi panduan bagi semua pihak ke depannya. RoomMakeover
Sangat menarik melihat penjelasan tentang PHO yang tidak hanya sekadar formalitas untuk mencairkan anggaran. Kualitas pekerjaan yang dijamin selesai 100% akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proyek pemerintah. Ini adalah langkah yang sangat positif untuk menciptakan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran. Semoga pendekatan ini diperkuat ke depannya. TradeBalancer
Penting untuk memastikan bahwa PHO merujuk pada pekerjaan yang benar-benar selesai, bukan sekadar angka dalam laporan. Ketepatan penilaian ini akan berkontribusi pada pengelolaan anggaran yang lebih baik dan memastikan bahwa proyek memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga setiap pengambil keputusan dapat memahami hal ini. InvesterTepat Run From 67