
BENGKULU, INVESTIGASI — Perjuangan mengawal aspirasi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Bengkulu menunjukkan hasil nyata. Alokasi anggaran program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) tahun 2026 meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, yakni dari Rp134,30 miliar pada 2025 menjadi Rp285,14 miliar.
Lonjakan anggaran sebesar Rp150,83 miliar atau sekitar 112,31 persen tersebut ditargetkan mempercepat preservasi jalan sekaligus membuka akses mobilitas masyarakat di berbagai wilayah.
Kepastian tersebut mengemuka saat kegiatan penentuan titik nol pembangunan infrastruktur program IJD di Jalan Setia Negara, Kelurahan Kandang Mas, Kota Bengkulu, Jumat (6/11/2026). Hadir dalam acara peluncuran ini Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, bersama Kepala BPJN Bengkulu, Dr. Zepnat Kambu, didampingi Kepala Satker PJN Wilayah I Tendi Hardianto serta Kepala Satker PJN Wilayah II Sumarno.
Erna Sari Dewi menjelaskan, peningkatan alokasi ini merupakan buah sinergi dan koordinasi intensif bersama BPJN Bengkulu, Kementerian Pekerjaan Umum, serta pemerintah daerah. Menurutnya, jumlah paket pekerjaan yang semula direncanakan sebanyak 12 paket kini bertambah menjadi 17 paket yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.
”Sebagai perwakilan masyarakat Provinsi Bengkulu, saya merasa senang bisa mengawal kebijakan anggaran ini hingga terealisasi. Ke depan, saya berkomitmen terus memperjuangkan afirmasi kebijakan anggaran yang lebih besar agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujar Erna.
Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Menteri PU, dan jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga terhadap pembangunan di Bengkulu sebagai daerah yang memiliki nilai sejarah penting bagi bangsa.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPJN Bengkulu, Dr. Zepnat Kambu, bersyukur atas tambahan anggaran yang hampir menyentuh angka 100 persen peningkatan dari tahun lalu. Ia mengajak masyarakat Bengkulu untuk terus mendukung menyukseskan program pembangunan infrastruktur nasional ini.
”Jangan lupa bahwa Provinsi Bengkulu adalah provinsi lambang negara. Merah Putih lahir di sini,” tegas Zepnat.
Dalam pemaparannya, Zepnat merinci salah satu titik pengerjaan IJD 2026 di Kota Bengkulu sepanjang 1,6 kilometer dengan nilai anggaran Rp5 miliar dan lebar jalan sekitar 4 meter. Selain itu, terdapat paket pekerjaan di Kabupaten Seluma senilai Rp8,6 miliar, dengan total alokasi khusus wilayah Kota Bengkulu mencapai Rp17 miliar. Seluruh proyek infrastruktur ini ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.
Melalui program IJD 2026, pembangunan jalan ini diharapkan tidak sekadar memperbaiki fisik infrastruktur, melainkan memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang, jasa, sektor pertanian, perkebunan, serta pariwisata guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Bengkulu.
Sinergi yang terjalin antara DPR RI, Kementerian PU, BPJN, dan pemda diharapkan terus berlanjut demi meratakan pembangunan yang berkelanjutan di Bumi Rafflesia. (*)
Penulis: M Martanus


