
PESSEL, INVESTIGASI_Cuaca ekstrem dan curah hujan yang tinggi, menjadi penyebab terkendalanya pekerjaan proyek. Apalagi, sekarang sudah dipenghujung tahun. Namun, jika kondisi alam, bisa disikapi dan diantisipasi, bekerja profesional di tengah berbagai persoalan menghadang, bisa juga selesai sesuai direncanakan.
Selaras dengan pekerjaan proyek jembatan Gantungan Bintungan Palangai Gadang (TKD) Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Sebab, rekanan bekerja menantang cuaca ekstrem dan hujan
Namun, niat dan tekat membara di dada, jembatan gantungan yang menjadi urat nadi perekonomian warga itu, harus selesai tepat waktu dan mutu. Alhasil, proyek mulai dikerjakan dan peletakan batu pertama 3 Agustus 2026 lalu, progresnya melebih target
Sekarang proyek dibawah tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pesisir Selatan itu, sudah menuntaskan abutment atau oplit. Artinya, pondasi ujung jembatan yang menahan tanah dan jembatan, sudah selesai, tinggal mengerjakan rangka baja untuk jembatan gantung itu
Bahkan, terlihat rangka baja, tersusun rapi di lokasi. Wajar saja warga optimis pekerjaan jembatan dikerjakan CV. Arifan itu, selesai sesuai harapan. Sehingga, proyek bernomor kontrak 54/BM/KOM-DU/PUTR-PS/VII/2026, nilai kontrak Rp. 4.728.956.107, bisa segera dimanfaatkan.
Dan, ekonomi warga kembali berputar normal, dengan selesai proyek mulai tanggal 24 Juli 2026, masa pelaksanaan 150 hari kalender, konsultan pengawas CV. Geo Engeneering Consultan itu..Harapan tersebut, sesuai niat dan tekat rekanan CV. Arifan perusahaan asal Painan yang bertekat menyelesaikan pekerjaan, karena bekerja di kampung sendiri. Seiring niat tulus membangun kampung halaman
“Atas nama warga, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pesisir Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang membangun kembali jembatan gantung yang hancur dihantam banjir,” kata Ar warga setempat, seraya memuji CV. Arifan yang bekerja profesional di tengah badai persoalan menghadang
Penulis
Novri Investigasi


